Tak Berkategori

Pemkot Surabaya Jadikan Buku Bung Karno Materi Wajib Sejarah di SD dan SMP

×

Pemkot Surabaya Jadikan Buku Bung Karno Materi Wajib Sejarah di SD dan SMP

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya akan menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai materi pembelajaran wajib bagi siswa SD dan SMP untuk menanamkan nilai perjuangan dan sejarah Presiden Pertama RI.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” sebagai materi pembelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat pemahaman sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, kepada generasi muda.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rencana itu disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat peluncuran buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo di Balai Budaya Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya akan mendistribusikan buku tersebut secara luas ke seluruh sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota. Selain itu, materi dalam buku akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran sejarah.

“Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Saya juga meminta Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan agar ada satu hingga dua jam pelajaran wajib di setiap SD dan SMP yang membahas isi buku tersebut,” ujar Eri.

Menurutnya, buku itu diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang efektif agar para pelajar memahami sejarah perjuangan Bung Karno sekaligus mewarisi semangat nasionalisme yang diwariskannya.

“Dari buku ini yang saya harapkan adalah seluruh arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau,” katanya.

Masuk Kurikulum Wajib

Eri menegaskan, buku tersebut akan menjadi bagian dari materi wajib yang dipelajari siswa SD dan SMP di Surabaya.

“Nanti buku ini akan kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti seluruh sekolah SD dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Ia menilai pemahaman sejarah merupakan fondasi penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa. Oleh sebab itu, materi mengenai Bung Karno tidak hanya diajarkan dalam pelajaran sejarah, tetapi juga dapat diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Baca Juga  Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Purwodadi Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

“Jadi kita akan tambahkan dalam ekstrakurikuler atau pembelajaran sejarah. Kita akan ceritakan tentang Soekarno sehingga anak-anak sejak dini tidak dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang lain,” ujarnya.

Eri juga mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah sebagaimana pesan Bung Karno, yakni Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jas Merah).

“Kalau sudah melupakan sejarah, maka sebuah kota akan kehilangan arah. Karena itu sejarah harus selalu hidup di dalam hati masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai kota kelahiran Proklamator RI, Surabaya memiliki tanggung jawab moral untuk terus mewariskan semangat perjuangan Bung Karno kepada generasi penerus.

“Surabaya adalah tempat lahirnya proklamator. Maka semangat dan darah perjuangan masyarakat Surabaya harus tetap menyala untuk meneruskan api perjuangan beliau,” katanya.

Disusun Berdasarkan Riset Akademik

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menyampaikan bahwa buku tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan hidup Bung Karno melalui perspektif Kota Surabaya.

“Buku ini menjadi salah satu jalan agar generasi muda dapat memahami perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya,” ujar Puti.

Ia menjelaskan, penyusunan buku dilakukan melalui riset akademik yang mendalam dengan menelusuri berbagai arsip, museum, perpustakaan, hingga sumber sejarah di Belanda.

“Ini merupakan hasil riset yang dilakukan para akademisi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Belanda, sehingga memiliki dasar ilmiah yang kuat,” jelasnya.

Menurut Puti, buku tersebut dapat menjadi referensi yang komprehensif bagi masyarakat yang ingin mempelajari perjalanan hidup Bung Karno, khususnya keterkaitannya dengan Kota Surabaya.

Sejarah Harus Dikemas Menarik

Sementara itu, Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof. Purnawan Basundoro, menilai sosok Bung Karno sebenarnya sudah dikenal para pelajar melalui mata pelajaran sejarah.

Baca Juga  Jejak Bung Karno di Surabaya Diangkat Lewat Pameran "Aku Arek Suroboyo" dan Peluncuran Buku Sejarah

Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menarik.

“Selama ini Bung Karno memang selalu diajarkan dalam pelajaran sejarah, tetapi sering kali anak-anak menganggap sejarah sebagai mata pelajaran yang kurang menarik,” katanya.

Menurut Prof. Purnawan, buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo memiliki nilai lebih karena secara khusus mengulas hubungan Bung Karno dengan Kota Surabaya sejak lahir hingga akhir hayatnya.

Karena itu, ia mendukung penuh rencana Pemkot Surabaya menjadikan buku tersebut sebagai bacaan wajib bagi pelajar di Kota Pahlawan.

“Buku ini layak menjadi bacaan wajib bagi anak-anak yang bersekolah di Surabaya agar mereka mengetahui bahwa Bung Karno memang lahir di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta.

Buku tersebut menyajikan perjalanan hidup Bung Karno melalui perspektif Surabaya sebagai kota kelahirannya. Masyarakat juga dapat mengunduh versi digital (e-book) buku tersebut melalui tautan bit.ly/BukuBungKarnoAkuArekSuroboyo.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *