Intisari Berita:
Data Siskaperbapo pertengahan Juli 2026 menunjukkan fluktuasi harga komoditas pangan di Jawa Timur, di mana beras premium menyentuh Rp15.033/kg dan cabai rawit merah melambung hingga Rp43.452/kg.
Ekonom Universitas Airlangga, Dr. Rizki Prasetyo, mendesak pemerintah untuk memperkuat pengawasan pasar serta melakukan intervensi subsidi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tren inflasi.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Pemantauan pergerakan harga bahan pokok (sembako) menjadi instrumen krusial bagi masyarakat Jawa Timur dalam mengatur anggaran pengeluaran harian. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada pertengahan Juli 2026, sejumlah komoditas pangan utama mulai menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Informasi ini menjadi alarm penting bagi kestabilan ekonomi domestik keluarga di tengah situasi inflasi nasional yang cenderung merangkak naik.
Secara umum, pergerakan harga komoditas holtikultura seperti cabai, bawang, hingga protein hewani mencatatkan angka yang cukup tinggi di berbagai pasar tradisional Jawa Timur.
Rincian Resmi Harga Sembako di Jawa Timur
Berikut adalah daftar lengkap harga rata-rata bahan pokok pangan di wilayah Jawa Timur hasil rekapan riil Siskaperbapo per pertengahan Juli 2026:
1. Sektor Beras dan Gula
-
Beras Premium: Rp15.033 per kg
-
Beras Medium: Rp13.000 per kg
-
Gula Kristal Putih: Rp17.191 per kg
2. Sektor Komoditas Minyak Goreng
-
Minyak Goreng Curah: Rp20.362 per kg
-
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp22.076 per liter
-
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp18.463 per liter
-
Minyak Goreng Minyakita: Rp16.322 per liter
3. Sektor Daging dan Telur
-
Daging Sapi Paha Belakang: Rp125.134 per kg
-
Daging Ayam Ras: Rp32.219 per kg
-
Daging Ayam Kampung: Rp69.606 per kg
-
Telur Ayam Ras: Rp23.462 per kg
-
Telur Ayam Kampung: Rp45.179 per kg
4. Sektor Susu dan Bumbu Dapur
-
Susu Kental Manis Merek Bendera: Rp12.378 per 370 gr
-
Susu Kental Manis Merek Indomilk: Rp12.342 per 370 gr
-
Susu Bubuk Merek Bendera: Rp40.957 per 400 gr
-
Susu Bubuk Merek Indomilk: Rp40.148 per 400 gr
-
Garam Bata: Rp1.804 per buah
-
Garam Halus: Rp9.251 per kg
5. Sektor Cabai, Bawang, dan Gas
-
Cabai Rawit Merah: Rp43.452 per kg
-
Bawang Merah: Rp34.304 per kg
-
Bawang Putih: Rp34.352 per kg
-
Cabai Merah Keriting: Rp32.293 per kg
-
Cabai Merah Besar: Rp30.802 per kg
-
Gas Elpiji: Rp19.957 per tabung
Analisis Dampak Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat
Melihat data di atas, analisis ekonomi makro mengindikasikan bahwa pergeseran harga sembako di Jawa Timur mencerminkan dampak nyata dari tren inflasi yang sedang berlangsung secara berkala. Kenaikan mencolok pada bahan pangan pokok seperti cabai rawit merah yang menembus kepala empat serta daging paha belakang sapi yang bertengger di angka seratus dua puluh lima ribu rupiah diproyeksikan bakal menekan secara langsung daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Menanggapi fenomena gejolak harga pangan ini, ahli ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Dr. Rizki Prasetyo, memberikan pandangannya. Menurutnya, fluktuasi yang tidak terkendali ini menuntut keaktifan yang lebih tinggi dari instansi pemerintah daerah.
“Langkah-langkah seperti subsidi dan pengawasan pasar harus diperkuat agar tidak memberatkan masyarakat,” tegas Dr. Rizki Prasetyo secara objektif.
Panduan Taktis Mengelola Anggaran Finansial Rumah Tangga
Guna menyiasati lonjakan harga kebutuhan dapur yang tak terhindarkan ini, masyarakat diimbau untuk lebih cerdas dalam mengelola manajemen finansial rumah tangga. Beberapa langkah taktis berikut dapat diterapkan secara langsung:
-
Menyusun Anggaran Detail: Buatlah pemetaan rencana belanja bulanan secara terperinci untuk menghindari pengeluaran non-prioritas.
-
Substitusi Bahan Baku: Gunakan alternatif bahan baku pangan lain yang secara komersial lebih murah, namun tetap memiliki kandungan gizi seimbang.
-
Strategi Berbelanja: Prioritaskan berbelanja di pasar tradisional atau memanfaatkan momentum program potongan harga (diskon) dari gerai penyedia resmi.
-
Manajemen Stok Logistik: Menyimpan stok bahan makanan dalam volume yang cukup guna memitigasi risiko lonjakan pengeluaran akibat pembelian mendadak saat harga barang meroket di pasaran.
Menjaga stabilitas ketahanan pangan pada dasarnya bukan sekadar menjadi domain dan tanggung jawab mutlak pihak pemerintah. Melalui tingkat kesadaran kolektif yang tinggi serta tata kelola keuangan rumah tangga yang terstruktur, masyarakat Jawa Timur diyakini mampu mempertahankan kualitas kesejahteraan hidup di tengah tantangan perekonomian yang dinamis.












