Metropolitan

Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Reog Singo Joyo Rekso di Sememi

×

Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Reog Singo Joyo Rekso di Sememi

Sebarkan artikel ini
Penampilan Reog Singo Joyo Rekso dalam acara Sedekah Bumi di Sememi.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Regenerasi menjadi kunci utama pelestarian kesenian tradisional Reog Singo Joyo Rekso di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Kelompok seni yang aktif sejak era 1990-an ini terus melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam latihan maupun pertunjukan untuk menjaga keberlangsungan budaya di tengah perkembangan zaman.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Saat ini, Reog Singo Joyo Rekso memiliki sekitar 30 anggota dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja, hingga senior.

Pembina Reog Singo Joyo Rekso, Achmad Alsyafinolah, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi fokus utama agar kesenian reog tidak berhenti pada satu generasi.

“Anak-anak dan generasi muda terus kami libatkan dalam latihan maupun pertunjukan agar kesenian ini tidak berhenti pada satu generasi saja,” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Achmad, kelompok tersebut telah melewati sekitar empat generasi sejak berdiri.

Meski aktif sejak tahun 1990-an, Reog Singo Joyo Rekso baru memperoleh legalitas resmi pada 2017 dan terus berkembang hingga kini.

Untuk menjaga kualitas pertunjukan sekaligus membina anggota baru, latihan rutin digelar setiap Rabu dan Minggu malam.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nilai budaya, kedisiplinan, serta mempererat kebersamaan antar anggota.

Selain melestarikan budaya, keberadaan Reog Singo Joyo Rekso turut membantu membangun citra positif Sememi yang pernah mendapat stigma sebagai wilayah eks lokalisasi.

Achmad menilai kelompok seni tersebut membuktikan bahwa lingkungan yang pernah dipandang negatif mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dan mencintai budaya daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa wilayah yang pernah terdampak eks lokalisasi juga memiliki banyak potensi. Dari sini lahir generasi-generasi yang mencintai budaya, berprestasi, dan menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

Upaya pelestarian budaya ini mendapat dukungan masyarakat, tokoh lingkungan, dan pemerintah setempat.

Baca Juga  Semangat Guru TPQ Khoiru Ummah Cetak Generasi Qurani

Semangat regenerasi juga terlihat dari keterlibatan anggota usia dini. Salah satu anggota termuda berusia 10 tahun telah mengikuti latihan selama sekitar dua tahun dan beberapa kali tampil dalam berbagai pertunjukan.

Melalui regenerasi berkelanjutan, latihan rutin, dan dukungan masyarakat, Reog Singo Joyo Rekso optimistis dapat terus menjaga eksistensi reog di era digital sekaligus melahirkan generasi yang bangga terhadap budaya lokal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *