Jateng

Harga Pertamax Melonjak, Warga Grobogan Beralih ke Pertalite

×

Harga Pertamax Melonjak, Warga Grobogan Beralih ke Pertalite

Sebarkan artikel ini
Di sejumlah SPBU di Kabupaten Grobogan, warga lebih memilih mengantre untuk mendapatkan Pertalite dibandingkan membeli Pertamax.
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam membeli bahan bakar.

Di sejumlah SPBU di Kabupaten Grobogan, warga lebih memilih mengantre untuk mendapatkan Pertalite dibandingkan membeli Pertamax yang kini harganya jauh lebih tinggi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejumlah pengendara motor mengaku tetap bertahan menggunakan Pertalite karena dianggap lebih terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.

Akibatnya, antrean di dispenser Pertalite terlihat lebih padat dibandingkan sebelumnya.

Kondisi tersebut mulai terlihat setelah penyesuaian harga Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

Slamet (42), warga Purwodadi, mengaku kenaikan harga Pertamax membuat biaya operasional kendaraan semakin besar.

Karena itu, ia memilih mengisi Pertalite meski harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre.

“Harga Pertamax sekarang cukup memberatkan. Saya menggunakan motor setiap hari untuk bekerja, jadi lebih memilih Pertalite agar pengeluaran tidak terlalu besar, walaupun harus mengantre,” tuturnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Pendapat serupa disampaikan Hana (35), warga Pengkol.

Menurutnya, selisih harga yang cukup tinggi membuat Pertalite menjadi pilihan yang lebih realistis untuk kebutuhan transportasi keluarga.

“Sekarang saya lebih sering membeli Pertalite. Memang antreannya lebih panjang, tetapi biaya yang bisa dihemat cukup terasa untuk kebutuhan bulanan,” katanya.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap Pertalite, pemerintah memastikan ketersediaan BBM di wilayah Grobogan tetap aman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, Pradan Setyawan, mengatakan distribusi BBM ke SPBU masih berjalan normal.

Menurutnya, hingga kini tidak ada perubahan alokasi pasokan harian yang diterima masing-masing SPBU.

Baik pengurangan maupun penambahan stok belum terjadi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.

“Informasi sementara yang kami terima, pasokan di setiap SPBU masih normal. Tidak ada pengurangan maupun penambahan alokasi, dan stok dipastikan aman,” jelasnya.

Baca Juga  Longsor Sungai Lusi Mengancam, Jalan Penghubung Kalirejo–Tanjungsari Terancam Putus

Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter tersebut membuat jarak harga dengan Pertalite semakin lebar.

Sementara itu, harga Pertalite masih bertahan di level Rp 10.000 per liter.

Dengan demikian, selisih harga kedua jenis BBM tersebut mencapai Rp6.250 per liter, yang kemudian mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *