Magetan, Jatimmandiri.id– Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Magetan menyepakati Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung Tahun 2026.
Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Bulan Muharram 1448 Hijriah.
Penandatanganan maklumat berlangsung dalam Rapat Koordinasi Aman Suro dan Tim Kewaspadaan Dini Daerah yang digelar di Pendopo Surya Graha Magetan, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, didampingi Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, serta dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua IPSI, dan para pimpinan perguruan silat.
Rakor ini menjadi upaya strategis untuk menyamakan persepsi seluruh elemen dalam menjaga kondusivitas wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Muharram.
Pasalnya, momentum tersebut identik dengan berbagai agenda, mulai dari kegiatan keagamaan, budaya, ziarah, pengesahan warga baru perguruan silat, hingga tradisi Suran Agung yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kapolres Magetan menegaskan bahwa Bulan Muharram merupakan momentum penting yang membutuhkan komitmen bersama.
Ia menyoroti potensi keramaian dalam sejumlah kegiatan, sehingga diperlukan koordinasi dan komunikasi yang solid agar seluruh agenda berjalan aman dan tertib.
Selain itu, pihaknya mengajak seluruh perguruan pencak silat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan situasi yang kondusif, meskipun aparat TNI dan Polri telah menyiapkan pengamanan maksimal.
Sementara itu, Bupati Magetan menekankan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang harus dijaga sebagai alat pemersatu, bukan pemicu konflik.
Ia mengingatkan seluruh perguruan untuk menjaga marwah organisasi serta memperkuat solidaritas demi persatuan.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi konflik sosial, khususnya menjelang agenda besar di Bulan Suro.
Ia juga mengimbau para pimpinan perguruan untuk menjadi teladan, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta aktif menjaga kerukunan di masyarakat.
Sejumlah langkah strategis turut disepakati, di antaranya penyelenggaraan turnamen pencak silat secara berkala, peningkatan komunikasi antarperguruan, pengamanan terpadu oleh TNI-Polri, serta penguatan literasi digital guna menangkal provokasi di media sosial.
Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung 2026 ini menjadi simbol komitmen seluruh pihak dalam menjaga stabilitas keamanan, mempererat persaudaraan, serta mewujudkan Magetan sebagai daerah yang aman, damai, dan bebas konflik selama Bulan Muharram 1448 H.












