Surabaya, Jatimmandiri.id – Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C Piala Kajati Jawa Timur 2026 siap digelar pada 15-21 Juni 2026.
Ajang bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ini dipastikan semakin semarak dengan keikutsertaan sekitar 2.500 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Tingginya jumlah peserta tersebut sekaligus melampaui penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 1.500 atlet. Bahkan, capaian itu tengah diajukan untuk dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kejuaraan yang memiliki nilai ranking poin nasional ini akan berlangsung di tiga arena pertandingan, yakni GOR Sudirman sebagai venue utama, GOR Suryanaga, dan GOR MERR di Surabaya.
Piala Kajati Jawa Timur 2026 menjadi penyelenggaraan kedua yang masuk dalam kalender Sirkuit Nasional C dengan status perolehan poin nasional.
Status tersebut semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pembinaan atlet bulutangkis di Indonesia.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Timur, Tonny Wahyudi, menilai Piala Kajati Jawa Timur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk mengukur kemampuan atlet daerah dalam bersaing dengan pemain terbaik dari seluruh Indonesia.
“Kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pembinaan bagi atlet-atlet Jawa Timur. Kami ingin mereka memiliki jam terbang tinggi dan mampu bersaing dengan klub-klub besar nasional,” ujar Tonny Wahyudi.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Piala Kajati Jawa Timur telah mendapat tempat di hati insan bulutangkis nasional.
“Antusiasme yang terus meningkat menunjukkan kepercayaan masyarakat bulutangkis terhadap kualitas penyelenggaraan di Jawa Timur. Kami berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet yang kelak mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” katanya.
Kejuaraan ini mempertandingkan sebanyak 26 nomor pertandingan, mulai kategori usia dini untuk atlet kelahiran 2016 hingga kelompok usia dewasa.
Dengan cakupan usia yang luas, Piala Kajati Jawa Timur diharapkan menjadi jalur pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Sejumlah klub elite Indonesia dipastikan turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Klub-klub papan atas seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, dan PB Exist secara rutin mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Keikutsertaan klub-klub besar tersebut memberikan kesempatan bagi atlet Jawa Timur untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level nasional.
Dalam perjalanannya, Piala Kajati Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pada penyelenggaraan tahun 2023 dan 2024 di era Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati, turnamen belum memiliki status ranking poin nasional.
Kemudian pada tahun 2025, saat dipimpin Kajati Jawa Timur Dr. Kuntadi, kejuaraan ini berhasil memperoleh status ranking poin nasional untuk pertama kalinya.
Prestasi tersebut berlanjut pada penyelenggaraan tahun 2026 di bawah kepemimpinan Kajati Jawa Timur Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., yang kembali menghadirkan Piala Kajati sebagai bagian dari Sirkuit Nasional C.
Selain menjadi rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa yang diperingati setiap 22 Juli, kejuaraan ini juga menjadi bukti sinergi antara Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan PBSI Jawa Timur dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 2.500 atlet dan kualitas persaingan yang semakin ketat, Piala Kajati Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi salah satu kejuaraan bulutangkis terbesar di Indonesia sekaligus melahirkan atlet-atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.












