Sportainment

Mirra Andreeva Juara French Open 2026, Cetak Sejarah sebagai Kampiun Grand Slam Termuda dalam 34 Tahun

×

Mirra Andreeva Juara French Open 2026, Cetak Sejarah sebagai Kampiun Grand Slam Termuda dalam 34 Tahun

Sebarkan artikel ini
Keberhasilan tersebut menjadikan Andreeva sebagai juara tunggal putri termuda di French Open sejak Monica Seles meraih gelar ketiganya pada 1992 saat berusia 18 tahun.
Example 468x60

Paris, Jatimmandiri.id – Petenis muda Rusia, Mirra Andreeva, mencatatkan sejarah baru di dunia tenis setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya dengan menjuarai French Open 2026.

Andreeva mengalahkan petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-2 pada partai final di Roland Garros, Sabtu (6/6/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Keberhasilan tersebut menjadikan Andreeva sebagai juara tunggal putri termuda di French Open sejak Monica Seles meraih gelar ketiganya pada 1992 saat berusia 18 tahun.

Sementara itu, Chwalinska gagal mencetak sejarah sebagai petenis kualifikasi pertama yang mampu menjuarai Roland Garros.

Usai memastikan kemenangan melalui pukulan backhand menyilang pada match point pertama, Andreeva langsung berlutut di lapangan tanah liat sebagai bentuk luapan emosinya.

“Saya ingin berterima kasih kepada diri saya sendiri karena selalu percaya pada kemampuan sendiri dan selalu memberikan yang terbaik, bahkan dalam situasi sulit,” ujar Andreeva setelah pertandingan.

Ia mengaku perjalanan menuju gelar Grand Slam pertamanya tidak mudah. Menurutnya, perjuangan selama dua pekan di Paris dipenuhi tekanan dan tantangan mental yang berat.

Nama Andreeva memang sudah menjadi sorotan dunia tenis sejak tampil mengejutkan di Madrid Open 2023 saat masih berusia 15 tahun.

Kala itu, ia menjadi salah satu petenis termuda yang mampu memenangi pertandingan utama turnamen WTA 1000 sekaligus melaju hingga perempat final.

Di luar lapangan, Andreeva juga menghadapi tantangan tersendiri. Konflik Rusia dan Ukraina membuatnya harus bertanding dengan status netral tanpa membawa bendera negaranya.

Pada semifinal, Andreeva mengalahkan petenis Ukraina, Marta Kostyuk, yang kembali menolak berjabat tangan dengan lawannya, mengikuti tradisi sejumlah petenis Ukraina sejak perang pecah pada 2022.

Gelar French Open 2026 juga menjadi pencapaian yang melampaui prestasi pelatihnya, Conchita Martinez, yang hanya mampu menjadi finalis Roland Garros pada 2000.

Baca Juga  Jakub Mensik Tembus Semifinal French Open 2026, Tantang Alexander Zverev

Pertandingan final berlangsung di bawah cuaca cerah, meski hembusan angin cukup kencang memengaruhi permainan kedua petenis yang sama-sama menjalani final Grand Slam pertama dalam karier mereka.

Chwalinska sempat memberikan perlawanan dengan variasi pukulan spin dan drop shot. Namun, Andreeva mampu beradaptasi lebih baik dengan kondisi lapangan dan memanfaatkan setiap peluang.

“Saya merasa tidak memiliki senjata untuk menghadapinya hari ini. Dia bermain sangat cerdas dan mampu mengatasi kondisi angin dengan jauh lebih baik,” kata Chwalinska.

Dukungan suporter di Court Philippe-Chatrier mayoritas mengalir kepada Chwalinska. Ribuan pendukung Polandia mengibarkan bendera merah putih dan meneriakkan namanya sepanjang pertandingan.

Usai laga, Chwalinska menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukungnya.

“Saya sudah memberikan kemampuan terbaik. Saya tidak akan pernah melupakan tiga pekan luar biasa ini,” ujarnya.

Meski kalah, pencapaian Chwalinska di Roland Garros menjadi tonggak penting dalam kariernya. Peringkat dunianya diperkirakan melonjak hampir 100 posisi hingga menembus peringkat 21 dunia.

Dari sisi finansial, petenis Polandia itu juga memperoleh hadiah besar. Dengan menjadi finalis French Open 2026, ia membawa pulang hadiah 1,4 juta euro atau sekitar Rp26 miliar, jauh melampaui total pendapatan kariernya sebelum turnamen tersebut.

Setelah Roland Garros, Chwalinska akan mengalihkan fokus ke musim lapangan rumput dan berupaya tampil di Wimbledon, meski kemungkinan harus melalui babak kualifikasi jika tidak mendapatkan wildcard.

Sementara itu, Mirra Andreeva sukses mewujudkan impian masa kecilnya untuk mengangkat trofi Roland Garros.

“Saya sudah menonton French Open sejak masih sangat kecil. Menjuarai turnamen ini adalah mimpi besar saya, dan sampai sekarang saya masih sulit percaya bisa memegang trofi ini,” tuturnya.

French Open 2026 sendiri akan ditutup dengan partai final tunggal putra yang mempertemukan Alexander Zverev dan Flavio Cobolli, Minggu (7/6/2026), dalam salah satu edisi Grand Slam paling penuh kejutan dalam beberapa tahun terakhir.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *