Intisari Berita:
- Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama optimistis membidik podium Moto3 Qatar 2026 usai mengantongi modal runner-up di Malaysia.
- Sirkuit Lusail menyimpan memori manis bagi Veda setelah sukses memborong dua kali kemenangan beruntun pada ajang Asia Talent Cup 2023.
- Menempati peringkat ke-7 klasemen sementara dengan 131 poin, rider Honda Team Asia ini siap memaksimalkan tiga seri penutup musim.
Lusail, Jatimmandiri.id — Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, memancarkan rasa percaya diri tinggi jelang bergulirnya seri lanjutan Grand Prix Moto3 Qatar 2026 di Sirkuit Internasional Lusail akhir pekan ini. Karakteristik lintasan gurun yang cepat dan sarat tantangan teknis tersebut dinilainya bukan arena balap asing, melainkan sirkuit penuh catatan torehan emas dalam perjalanan kariernya.
Sirkuit Lusail memiliki nilai historis mendalam bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut. Sebelum menembus kejuaraan dunia reguler, Veda tercatat telah tiga kali mengaspal di lintasan Qatar ini saat berkompetisi di Asia Talent Cup (ATC) edisi 2022 dan 2023. Puncak prestasinya terjadi pada ATC 2023, ketika ia tampil perkasa merengkuh dua kali podium pertama sekaligus menjadi lompatan penting bagi karier balap internasionalnya.
Suntikan Mental Usai Rebut Podium di Seri Sepang Malaysia
Optimisme Veda tidak hanya berakar pada riwayat kejayaan masa lalu di Lusail. Pembalap binaan Honda Team Asia ini baru saja membuktikan konsistensi performanya di lintasan Grand Prix dengan sukses finis sebagai runner-up pada balapan Moto3 Malaysia pekan lalu. Hasil gemilang tersebut menjadi suntikan psikologis berharga mengingat jeda waktu antar-kedua balapan yang sangat berdekatan.
“Saya sudah pernah balapan di sini [Lusail]. Saat Asia Talent Cup 2023, hasil saya cukup baik. Dan minggu lalu saya baru saja dapat podium di Malaysia. Jadi secara psikologis, saya merasa lebih percaya diri,” ungkap Veda Ega dalam sesi wawancara virtual bersama media.
Karakter mengalir dan sudut-sudut tikungan Sirkuit Lusail pun diakui Veda sangat cocok dengan gaya membalapnya.
“Saya suka banget dengan alur lintasannya—cukup menantang tapi tetap memberi ruang untuk menunjukkan kemampuan. Ini membuat saya lebih nyaman dan fokus saat berkendara,” imbuhnya.
Kans 3 Seri Tersisa: Berjuang Mengunci Posisi Terbaik Klasemen Dunia
Memasuki fase akhir kalender kejuaraan musim 2026, Veda Ega bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 131 poin. Perolehan angka tersebut menempatkannya dalam barisan pembalap paling kompetitif di lintasan kasta pembibitan dunia tersebut.
Dengan tiga putaran pamungkas yang masih harus dilalui — Qatar, Portugal, dan Valencia — peluang Veda mendongkrak pundi-pundi poin masih terbuka lebar. Baginya, setiap seri bukan sekadar mempertahankan reputasi sebagai talenta muda potensial dari Asia, melainkan ajang membuktikan konsistensi di grid pertarungan tingkat dunia.
Fondasi Solid Bersama Honda Team Asia Menuju Masa Depan Gemilang
Ketangguhan Veda di kejuaraan dunia musim ini tak terlepas dari peran krusial Honda Team Asia. Skuad balap yang dipimpin jajaran mekanik andal tersebut memberikan dukungan teknis optimal serta setelan motor Honda yang kompetitif untuk meladeni pertarungan ketat para talenta muda dari berbagai benua.
Keberhasilan Veda mencetak prestasi di kancah Moto3 menjadi bukti nyata bahwa bakat asli Indonesia memiliki determinasi, teknik, serta mentalitas baja untuk bersaing di tingkat tertinggi dunia balap motor internasional.












