Surabaya, Jatimmandiri.id – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperluas jejaring riset internasional melalui International Conference on Advances & Trends in Biology (ICATBio) 2026 yang digelar secara daring, Sabtu (17/10).
Konferensi ini membahas inovasi biologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan, mulai dari konservasi biodiversitas hingga teknologi kesehatan dan energi bersih.
Diselenggarakan Rumpun Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNESA, ICATBio 2026 mengusung tema “Biological Innovation Driving a Sustainable Future”. Universiti Sains Malaysia (USM) turut menjadi mitra penyelenggara.
Ketua penyelenggara, Prof Dr Fida Rachmadiarti, MKes, menjelaskan bahwa konferensi internasional tersebut merupakan pengembangan forum ilmiah Departemen Biologi UNESA yang selama sembilan tahun rutin menyelenggarakan seminar nasional.
“Selama sembilan tahun, Departemen Biologi telah menyelenggarakan seminar nasional. Melalui ICATBio 2026, forum ilmiah tersebut diperluas menjadi konferensi internasional yang mempertemukan peneliti dari berbagai institusi dan negara. Hal ini tak lain, untuk bertukar pengetahuan dan membangun kemitraan riset,” jelasnya.
Dalam eksempatan itu, empat keynote speakers menghadirkan perspektif penelitian lintas bidang. Prof Dr Budi Setiadi Daryono, MA.gr.Sc., dari Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia, membahas pengembangan indeks biodiversitas Indonesia untuk mendukung pemantauan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Prof Muhammad Aziz, Ph.D, dari Tohoku University, Jepang, mengangkat pemanfaatan biomassa dan limbah untuk dekarbonisasi serta ekonomi sirkular. Prof. Hiroko Isoda, Ph.D, dari University of Tsukuba, Jepang, memaparkan penelitian senyawa bioaktif dari sumber pangan dan tanaman obat Mediterania. Sementara itu, Prof Heinz Jacobs, Ph.D, dari The Netherlands Cancer Institute, Belanda, membahas pendekatan epigenetik dalam penelitian diffuse large B-cell lymphoma.
Sesi paralel turut mengangkat kesehatan ibu dan anak, kanker serviks, serta bioenergi. Nabilatun Nisa dari Monash University, Australia, meneliti lipid air susu ibu pada ibu dengan diabetes tipe 1. Sementara Dr Muhammad Isman Sandira dari Kanazawa University, Jepang, juga berpartisipasi sebagai pembicara undangan.
Selain itu, turut hadir pula Akhtar Ali, Ph.D, dari Wonkwang University, Korea Selatan, membahas mekanisme molekuler kanker serviks. Adapun Dr. Muaz bin Mohd Zaini Makhtar dari USM memaparkan teknologi microbial fuel cell untuk bioenergi, bioremediasi, dan produksi pupuk hayati.
Panitia menerima 75 abstrak dari 41 penulis yang mewakili 13 negara. Sebanyak 175 peserta mengikuti rangkaian empat sesi pleno dan delapan sesi paralel. Departemen Biologi UNESA juga bekerja sama dengan BIO Web of Conferences sebagai kanal publikasi prosiding terindeks Scopus bagi naskah yang lolos peer review.
Biologi untuk Solusi Masa Depan
Prof Fida menekankan bahwa kemajuan pengurutan DNA, penyuntingan genom berbasis CRISPR, kedokteran presisi, dan pemodelan biologis memperluas peran biologi dari memahami kehidupan menjadi merancang solusi atas persoalan masyarakat.
Inovasi tersebut berpotensi mendukung ketahanan pangan, keamanan hayati, layanan kesehatan yang lebih terjangkau, penyediaan air bersih, serta konservasi biodiversitas tropis.
Melalui ICATBio 2026, UNESA mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Forum ini diharapkan memperluas wawasan mahasiswa dan peneliti muda, sekaligus menghubungkan hasil penelitian dengan kolaborasi serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.












