InfrastrukturJatim

Proyek Betonisasi Jalan Rp18,2 Miliar di Krian Molor, Bupati Subandi Ultimatum Kontraktor

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

Proyek Betonisasi Jalan Rp18,2 Miliar di Krian Molor, Bupati Subandi Ultimatum Kontraktor

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo Subandi meninjau di lokasi proyek.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Sorotan tajam mengarah pada proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Sidoarjo menyusul adanya keterlambatan progres fisik.

Salah satu titik yang mengalami deviasi minus cukup signifikan adalah proyek betonisasi ruas Jalan Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, yang menyedot anggaran APBD hingga Rp18,2 miliar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Proyek yang digarap oleh PT Bangun Konstruksi Persada ini kini dipacu habis-habisan.

Itu setelah Pemkab Sidoarjo memperketat pengawasan serta menggelar inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi guna mencegah risiko kegagalan serah terima di penghujung tahun.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi tersebut mendapati adanya ketertinggalan progres fisik yang mendekati angka 10 persen dari target perencanaan awal.

Temuan ini sontak memicu teguran keras kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, konsultan pengawas, hingga pihak manajemen kontraktor pelaksana.

Bupati Subandi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi bagi keterlambatan proyek publik yang disebabkan oleh lemahnya koordinasi teknis di lapangan.

“Kalau sudah kontrak, PPK harus terus melakukan pengawasan secara ketat. Kenapa deviasinya, apa persoalan utamanya? Apakah masalah tenaga kerja atau ketersediaan material? Saya ingin pembangunan ini selesai tepat waktu dan tidak molor hanya karena kurangnya koordinasi. Jika masih ditemukan deviasi minus, harus segera dicarikan solusi bersama dan dievaluasi hari ini juga,” tegas Subandi dengan nada bicara tinggi saat meninjau titik pembetonan di Krian, Kamis (5/11/2026).

Menanggapi teguran keras tersebut, pihak penyedia jasa tak tinggal diam.

Mereka membeberkan kendala teknis yang sempat menghambat fase awal konstruksi.

Pelaksana Lapangan PT Bangun Konstruksi Persada, Hanif Sujatmiko, mengakui bahwa pengerjaan fisik sempat tersendat akibat rumitnya proses pemindahan utilitas publik.

Baca Juga  Pencurian Besi Penutup Drainase Marak, Kawasan Kota Pusaka Lasem Rusak dan Membahayakan Pengendara

“Keterlambatan progres ini dipicu oleh kendala teknis di awal, terutama rumitnya koordinasi dan proses pemindahan tiang listrik milik PLN, jaringan kabel telekomunikasi, serta pipa saluran air bersih yang tertanam tepat di jalur pelebaran jalan. Namun, semua persoalan utilitas tersebut saat ini sudah clear dan selesai. Saat ini pengerjaan langsung kami kebut habis-habisan, termasuk dengan memberlakukan pengerjaan lembur hingga malam hari. Kami optimistis seluruh target struktur jalan beton ini akan selesai tepat waktu sesuai kontrak pada Desember 2026,” terang Hanif di lokasi proyek.

Langkah akselerasi melalui penambahan jam kerja hingga malam hari serta pengerahan alat berat ekstra ini diharapkan mampu memangkas deviasi minus, meminimalisir dampak debu konstruksi, sekaligus segera mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini dikeluhkan masyarakat pengguna jalan di kawasan Krian.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *