BeritaBudayaꦧꦸꦢꦪ

Sebelum Laut Menelan Permukiman

Editor: ibn
×

Sebelum Laut Menelan Permukiman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi eksplorasi arkeologi bawah laut menelusuri kemungkinan jejak permukiman manusia prasejarah. ILUSTRASI JATIM MANDIRI
Example 468x60

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno

Dataran Sundaland yang dahulu terbuka kini berada di bawah laut, menyimpan peluang penelitian tentang kehidupan manusia prasejarah. Untuk mengenali bekas permukiman itu, arkeolog perlu menelusuri perkakas, sisa aktivitas domestik, timbunan makanan, dan lapisan tanah di dasar laut.

——————

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Perubahan tersebut berkaitan dengan kenaikan muka laut setelah berakhirnya zaman es. Ketika permukaan laut masih jauh lebih rendah, sebagian kawasan yang sekarang menjadi Laut Jawa merupakan daratan.

Bentang alam itu memungkinkan terbentuknya dataran, sungai, dan kawasan hunian yang kini telah tenggelam. Namun, keberadaan daratan pada masa lalu tidak otomatis membuktikan adanya permukiman manusia di setiap wilayahnya.

Karena itu, pencarian jejak kehidupan prasejarah membutuhkan bukti arkeologis yang dapat dikenali dan diuji. Pecahan alat batu, misalnya, dapat memberi petunjuk mengenai aktivitas manusia, terutama jika ditemukan dalam konteks lapisan yang jelas.

Jejak lain dapat berupa sisa perapian, arang, tulang hewan, serta timbunan kulit kerang. Temuan tersebut berpotensi menggambarkan kegiatan memasak, mengolah makanan, atau memanfaatkan sumber daya lingkungan.

Lapisan tanah bekas hunian juga penting diperiksa. Susunan tanah yang mengandung artefak dan sisa aktivitas manusia dapat membantu peneliti memahami lingkungan serta tahapan kehidupan suatu kelompok.

Dalam konteks inilah hipotesis Insinyur Teknik Sipil Hidro Dhani Irwanto mengenai Atlantis di Laut Jawa dapat ditempatkan sebagai salah satu pertanyaan penelitian. Dhani menafsirkan kawasan Sundaland sebagai bagian dari lingkungan geografis yang sesuai dengan sejumlah gambaran dalam tulisan Plato. “Hasil penelitian saya. Kotanya, ibu kota Atlantis itu ada di Laut Jawa,” kata Dhani dalam penjelasan mengenai hipotesisnya.

Namun, pernyataan tersebut merupakan interpretasi Dhani. Hingga kini, belum ada bukti independen yang memastikan Gosong Gia atau kawasan sekitarnya sebagai bekas ibu kota Atlantis.

Baca Juga  Mencari Fondasi di Balik Terumbu

Bahkan, menemukan artefak di dasar laut belum cukup untuk membuktikan keberadaan permukiman.

Peneliti harus memastikan benda tersebut benar-benar berasal dari aktivitas manusia dan tidak berpindah akibat arus, sedimentasi, atau proses geologi. Konteks penemuan menjadi penentu. Alat batu yang ditemukan bersama lapisan hunian, misalnya, memiliki nilai informasi berbeda dibandingkan benda serupa yang terlepas dari lapisan asalnya.

Penelitian dapat dimulai dengan pemetaan dasar laut untuk mengenali bentang alam purba. Data batimetri, pemindaian lapisan sedimen, dan citra bawah laut membantu menentukan lokasi yang layak diperiksa lebih lanjut.

Kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh dapat mendokumentasikan kondisi lokasi. Jika ditemukan indikasi arkeologis, pengambilan sampel harus dilakukan secara terarah, dengan izin dan memperhatikan perlindungan ekosistem laut.

Sampel kemudian dapat dianalisis untuk mengidentifikasi bahan, proses pembentukan, dan kemungkinan umurnya. Penanggalan radiokarbon dapat digunakan pada bahan organik yang sesuai, sedangkan material lain memerlukan metode berbeda.

Dhani juga menekankan perlunya eksplorasi lebih mendalam. “Perlu ada eksplorasi mendalam untuk mengetahui keberadaan Atlantis,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan masih terbukanya ruang penelitian. Keberadaan Sundaland sebagai daratan purba didukung rekonstruksi perubahan muka laut, tetapi lokasi permukiman dan hubungan temuannya dengan hipotesis Atlantis membutuhkan bukti tersendiri.

Kolaborasi arkeolog prasejarah, arkeolog bawah air, ahli geologi, dan oseanografer diperlukan untuk membaca temuan secara utuh. Pemeriksaan independen juga memungkinkan hasil penelitian dibandingkan dan diuji ulang. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bencana Alam

Surabaya, Jatim Mandiri Hujan berintensitas sedang hingga lebat memicu banjir lahar Semeru, banjir sungai, tanah longsor, dan pohon tumbang di…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Mutasi tujuh personel Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menjadi sorotan Indonesia Police Watch (IPW). Ini setelah para personel itu…