Dalam NegeriJatimꦧꦸꦢꦪ

Jejak Patriotisme di Tanah Berbek: Mengenang Gugurnya Raden Sosrokoesoemo dalam Geger Dermodjoyo

Penulis: Iskandar ZulkarnaenEditor: Alif Bintang
×

Jejak Patriotisme di Tanah Berbek: Mengenang Gugurnya Raden Sosrokoesoemo dalam Geger Dermodjoyo

Sebarkan artikel ini
Kompleks Sentono Pangeran Singosari, Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Example 468x60

Nganjuk, Jatimmandiri.id — Di Dusun Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, tersimpan lembaran sejarah kepahlawanan yang sarat nilai perjuangan.

Wilayah ini menjadi saksi bisu atas gugurnya Raden Sosrokoesoemo, seorang Wedono Berbek yang tumpah darah dalam peristiwa bersejarah Geger Dermodjoyo pada 29 Januari 1907 silam.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Semasa hidupnya, Raden Sosrokoesoemo dikenal sebagai figur pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyatnya serta teguh memegang prinsip kebenaran.

Ketika gelombang perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan kolonial pada peristiwa Geger Dermodjoyo meletus, ia memilih berdiri di garis depan demi membela kepentingan masyarakat hingga akhir hayatnya.

Jasad Raden Sosrokoesoemo kemudian disemayamkan di kompleks Sentono Pangeran Singosari, Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.

Hingga hari ini, figur sang wedono masih lekat di hati masyarakat setempat.

Sunardi, salah seorang warga Desa Kacangan, mengenang kepahlawanan tersebut dengan penuh takzim.

“Kami di sini sejak kecil sudah mendengar cerita dari orang tua kami. Beliau adalah Wedono Berbek yang jujur dan berani. Makamnya di Sentono Pangeran Singosari selalu dikunjungi warga, terutama saat hari-hari besar. Bagi kami, beliau bukan sekadar nama di sejarah, tapi leluhur yang membela kita,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Senada dengan Sunardi, Sri selaku warga setempat turut menyuarakan pentingnya merawat ingatan kolektif generasi muda terhadap jasa para pahlawan lokal.

“Semoga jasa beliau tidak terlupakan. Anak-anak muda juga perlu tahu bahwa di tanah Kacangan ini pernah ada pejuang yang mengorbankan nyawanya demi rakyat,” tuturnya.

Makna historis kepahlawanan Raden Sosrokoesoemo tidak hanya dirasakan oleh warga Berbek semata, melainkan juga menggugah kesadaran masyarakat di wilayah lain di Nganjuk.

Suyadi, warga Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace, mengungkapkan bahwa kisah kepahlawanan tersebut telah menjadi bagian dari identitas kolektif warga Nganjuk secara luas.

Baca Juga  Kemenpar Perkuat Pengembangan KEK Samota, Siap Jadi Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

“Kami yang tinggal di wilayah sekitar juga mengenal nama beliau. Sejarah Raden Sosrokoesoemo bukan hanya milik Berbek saja, tapi milik kita semua warga Nganjuk. Semoga generasi penerus terus menjaga semangat perjuangan beliau,” ungkapnya.

Peristiwa Geger Dermodjoyo sendiri tercatat sebagai babak perlawanan rakyat terhadap tirani kolonial.

Meski gugur di usia yang relatif muda, keteladanan Raden Sosrokoesoemo membuat namanya abadi.

Kompleks pemakamannya di Sentono Pangeran Singosari kini terus terjaga kelestariannya, menjadi destinasi ziarah, sekaligus pengingat abadi akan harga sebuah kemerdekaan dan pembelaan terhadap rakyat tertindas.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Dataran Sundaland yang dahulu terbuka kini berada di bawah laut, menyimpan peluang penelitian tentang kehidupan manusia…

Bencana Alam

Surabaya, Jatim Mandiri Hujan berintensitas sedang hingga lebat memicu banjir lahar Semeru, banjir sungai, tanah longsor, dan pohon tumbang di…