Kediri, Jatimmandiri.id — Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Kebun Dhoho Kediri mencatatkan kinerja positif pada musim giling dan panen tebu tahun 2026.
Sepanjang musim yang bergulir sejak awal Mei hingga pertengahan November 2026 ini, MKSO Kebun Dhoho sukses memasok sebanyak 223.963,03 ton tebu untuk memenuhi kebutuhan lima pabrik gula yang tergabung dalam Cluster Jatim 1.
General Manager MKSO Kebun Dhoho Kediri, Juni Yanto, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian proses panen hingga pengiriman bahan baku dari lahan seluas 3.310 hektare tersebut berjalan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah proses panen tebu selama ini berjalan lancar,” kata Juni, Minggu (1/11/2026).
Pasokan tebu berkualitas dari Kebun Dhoho ini didistribusikan secara merata ke lima pabrik gula mitra.
Yakni, PG Pesantren Baru di Kota Kediri, PG Ngadiredjo di Kabupaten Kediri, PG Meritjan di Kota Kediri, PG Modjopanggoong di Kabupaten Tulungagung, serta PG Lestari di Kabupaten Nganjuk.
Secara keseluruhan, MKSO Kebun Dhoho mengelola hamparan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua wilayah operasional.
Wilayah tersebut meliputi Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, serta Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
Dengan kapasitas tebang harian yang dirancang berada di kisaran 1.800 hingga 1.900 ton, operasional lapangan dapat terjaga konsistensinya hingga musim giling tuntas.
Lebih lanjut, Juni menyebutkan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan buah dari sinergi dan kerja sama yang solid dari berbagai elemen, mulai dari jajaran manajemen, tim bagian tanaman, tenaga tebang, hingga partisipasi aktif masyarakat di sekitar area perkebunan.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh bagian tanaman, jajaran dan tim, tenaga-tenaga tebang, serta masyarakat sekitar yang telah terlibat dan menyukseskan panen raya 2026,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dukungan masyarakat lokal memegang peranan penting dalam mengamankan kelancaran operasional harian, khususnya dalam memastikan proses penebangan dan mobilisasi truk pengangkut tebu menuju pabrik-pabrik gula mitra dapat berjalan tertib dan sesuai target.
Menatap musim giling berikutnya, MKSO Kebun Dhoho berharap iklim kolaborasi yang harmonis antara manajemen, tenaga kerja, mitra strategis, dan masyarakat dapat terus dirawat demi mendongkrak produktivitas tebu serta menjaga stabilitas pasokan bahan baku industri gula nasional.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan kebersamaan semua pihak. Semoga hasil yang dicapai pada musim 2026 ini dapat menjadi evaluasi dan pijakan untuk meningkatkan kinerja pada musim berikutnya,” pungkas Juni.












