JatimKesehatan

79 Bayi Meninggal Sepanjang 2026, Dinkes Blitar: Akibat Asfiksia dan BBLR

Penulis: PrawotoEditor: Alif Bintang
×

79 Bayi Meninggal Sepanjang 2026, Dinkes Blitar: Akibat Asfiksia dan BBLR

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.
Example 468x60

Blitar, Jatimmandiri.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar terus mengintensifkan evaluasi. Hal ini menyusul temuan kasus kematian bayi yang tercatat mencapai 79 kasus sepanjang Januari-September 2026.

Dari hasil penelusuran, kasus kematian pada bayi usia 0–11 bulan ini masih didominasi oleh faktor Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan asfiksia atau gangguan pernapasan pada bayi baru lahir.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Blitar, Etti Suryani, menjelaskan bahwa tren jumlah kasus menunjukkan adanya perbandingan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, angka kematian bayi pada akhir 2025 tercatat sebanyak 93 kasus, sementara pada 2024 mencapai 118 kasus dengan jumlah angka kelahiran masing-masing sebanyak 10.291 bayi pada 2025 dan 10.761 bayi pada 2024.

Adapun data kelahiran untuk tahun 2026 saat ini masih dalam tahap proses verifikasi lebih lanjut.

“Kalau yang bayi, sampai September kemarin ada 79 bayi. Tahun lalu (2025) sampai akhir tahun itu 93. Jadi, kami belum bisa membandingkan, nanti kira-kira sampai akhir tahun berapa. Mudah-mudahan turun,” kata Etti, Minggu (1/11/2026).

Lebih lanjut, Etti memaparkan bahwa BBLR, kondisi bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram, serta asfiksia, yakni gangguan pasokan oksigen saat maupun sesaat setelah persalinan, menjadi persoalan krusial yang memerlukan perhatian bersama untuk menekan angka kematian anak di daerah.

Sebagai langkah nyata pencegahan, Dinkes Kabupaten Blitar secara aktif memperkuat mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga medis, hingga memperbaiki sarana dan prasarana di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka kematian bayi di Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Evaluasi berkala terhadap setiap kasus kematian bayi juga rutin dilakukan guna mengidentifikasi faktor pemicu serta mengevaluasi celah dalam pelayanan medis.

Baca Juga  Dari Lereng Ngliman ke Resto Surabaya: KPSI Pacu Ekonomi Pegunungan Nganjuk Lewat Diversifikasi Usaha

Hasil dari evaluasi komprehensif ini nantinya akan menjadi landasan strategis dalam menyusun langkah tindak lanjut agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *