Jayapura, Jatim Mandiri – PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyiapkan program elektrifikasi untuk 199 desa di enam provinsi Tanah Papua hingga 2027. Program ini ditujukan untuk memperluas pemerataan akses listrik bagi masyarakat terpencil, termasuk kampung-kampung yang belum terjangkau jaringan kelistrikan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengatakan, program tersebut mencakup Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Seluruh wilayah itu masuk dalam cakupan rencana perluasan elektrifikasi PLN di Tanah Papua.
“Perluasan akses listrik di wilayah tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan energi hingga ke kampung-kampung yang selama ini belum terjangkau jaringan kelistrikan,” kata Roberth.
Pembangunan jaringan listrik di Tanah Papua menghadapi tantangan geografis, kondisi alam, serta keterbatasan infrastruktur. Roberth menjelaskan, keadaan tersebut membuat upaya elektrifikasi memerlukan perencanaan khusus. Kondisi wilayah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memperluas jaringan kepada masyarakat yang belum mendapat akses listrik.
PLN menyatakan kerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus dijalin untuk mendukung perluasan layanan. Pemerintah daerah dibutuhkan, terutama dalam membantu menyediakan informasi mengenai kondisi wilayah dan lokasi masyarakat yang belum terlayani listrik.
“Oleh sebab itu kerja sama dengan semua pihak dalam hal ini pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus kami jalin guna memperluas layanan kelistrikan di Tanah Papua,” ujar Roberth.
Selain memperluas jaringan listrik konvensional, PLN menyebut energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemanfaatan EBT disebut sebagai alternatif dalam upaya menyediakan listrik pada kawasan dengan jangkauan darat yang sulit.
“Selain memperluas jaringan listrik konvensional, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) juga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” kata Roberth.
Hingga Oktober, PLN telah melistriki 128 desa yang tersebar di wilayah kerja UIWP2B. Untuk mendukung pemerataan akses tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms.
Selain jaringan, PLN memasang gardu distribusi dengan total kapasitas 7.450 kilovolt ampere (kVA). Capaian 128 desa tersebut tercatat hingga Oktober, sedangkan program yang disiapkan berikutnya mencakup elektrifikasi 199 desa pada enam provinsi sampai 2027.
“Melalui program elektrifikasi lanjutan tersebut, PLN berharap semakin banyak masyarakat di Tanah Papua memperoleh akses energi listrik yang dapat mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan” ujar Roberth.
Perluasan akses listrik itu diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelaksanaannya mencakup pembangunan jaringan, kerja sama dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan, dan pemanfaatan EBT sebagai alternatif di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.












