Jatim

Embung Wono Tirto Lestari di Sambeng Lamongan, Tampung 95 Ribu Meter Kubik Air

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Embung Wono Tirto Lestari di Sambeng Lamongan, Tampung 95 Ribu Meter Kubik Air

Sebarkan artikel ini
Embung Wono Tirto Lestari di Sambeng, Lamongan, berkapasitas 95.000 meter kubik untuk mendukung irigasi 16 hektare sawah, air bersih, dan pengendalian banjir.
Example 468x60

Lamongan, jatimmandiri.id – Pembangunan Embung Wono Tirto Lestari di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan ketersediaan air, terutama bagi sektor pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat.

Embung yang dibangun di atas lahan Perum Perhutani seluas sekitar 3,80 hektare tersebut dirancang memiliki kapasitas tampungan efektif mencapai 95.000 meter kubik air. Pembangunannya direncanakan berlanjut pada 2027, termasuk penyediaan pelimpah berpintu dan peningkatan jaringan irigasi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri tasyakuran Embung Wono Tirto Lestari pada Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan bahwa pembangunan embung merupakan salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan air.

Selain pembangunan embung, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melakukan pengerukan delapan hingga sembilan waduk di wilayah Sambeng sepanjang 2026 agar kembali berfungsi sebagai sarana pengairan.

“Selain dipelihara dengan baik, pemanfaatannya juga harus diatur. Saya berharap masyarakat berkoordinasi dengan pihak yang membidangi sumber daya air agar pemanfaatannya optimal dan tidak sampai terjadi perebutan air,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Embung Sambeng Dukung Pengairan 16 Hektare Sawah

Berdasarkan perencanaan teknis, Embung Wono Tirto Lestari ditargetkan mampu mendukung pengairan lahan sawah seluas 16 hektare.

Dengan kebutuhan air sekitar 3.000 meter kubik per hektare setiap masa tanam, kebutuhan air untuk seluruh lahan pertanian tersebut diperkirakan mencapai 48.000 meter kubik per masa tanam.

Kapasitas tampungan efektif sebesar 95.000 meter kubik diharapkan dapat menjadi cadangan air untuk menghadapi musim kemarau. Selain mendukung produktivitas pertanian, embung ini diproyeksikan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan mengurangi limpasan air hujan yang berpotensi menyebabkan banjir.

Baca Juga  Kapolda Jatim Resmikan Sumur Bor Presisi untuk Atasi Krisis Air Bersih di Pagak

Secara teknis, pembangunan embung mencakup tanggul sepanjang 200,18 meter dengan lebar 5 meter. Tanggul tersebut direncanakan memiliki tinggi maksimum 4,4 meter dan tinggi tampungan air 2,5 meter.

Pada 2027, pembangunan akan dilanjutkan dengan penyediaan pelimpah berpintu serta peningkatan jaringan irigasi melalui pembangunan saluran pasangan sepanjang 144 meter.

Perhutani Dukung Pemanfaatan Kawasan untuk Embung

Perwakilan Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, Bima Andrayuwana, menjelaskan bahwa pembangunan embung dapat dilaksanakan setelah permohonan pemanfaatan kawasan memperoleh persetujuan dari Kementerian Kehutanan melalui mekanisme kerja sama dengan Perum Perhutani.

Dia berharap masyarakat turut menjaga kelestarian kawasan hutan dan embung agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pengelolaan yang baik dinilai penting agar keberadaan embung tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air, tetapi juga tetap mendukung kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Warga Kedungbanjar Bersyukur Embung Terwujud

Kepala Desa Kedungbanjar, Suwarno, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan embung yang telah lama menjadi harapan masyarakat.

Menurutnya, pengajuan pemanfaatan kawasan telah dilakukan sejak 2023 dan memperoleh persetujuan pembangunan pada 2026. Pembangunan selanjutnya direncanakan berlanjut pada 2027.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, cita-cita masyarakat Kedungbanjar akhirnya terwujud. Selama ini, air hujan kerap menyebabkan banjir hingga merendam permukiman. Kami berharap melalui embung ini, air dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk pertanian serta kebutuhan air bersih,” ungkap Suwarno.

Keberadaan Embung Wono Tirto Lestari diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air di Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Dengan kapasitas tampungan efektif mencapai 95.000 meter kubik, embung tersebut diharapkan mampu menampung potensi air hujan untuk dimanfaatkan secara lebih optimal, sekaligus mendukung kebutuhan pertanian, air bersih, dan pengendalian limpasan air di wilayah setempat.

Baca Juga  Pemkab Lamongan dan Unusa Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Inovasi Daerah
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *