Edu-Life & SportPendidikan

Kolaborasi Unitomo dan Uniba Ubah Wajah Ekonomi Desa Kedungdowo Situbondo

Penulis: Alif Bintang TimurEditor: Ayn
×

Kolaborasi Unitomo dan Uniba Ubah Wajah Ekonomi Desa Kedungdowo Situbondo

Sebarkan artikel ini
Tim dosen Unitomo pendamping kosa bangsa foto bersama mesin inovasi teknologi pelorot malam.
Example 468x60

Situbondo, Jatimmandiri.id – Peningkatan kapasitas produksi batik, pengembangan pangan bergizi, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi fokus kolaborasi Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Program sepanjang 2026 ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat Berdampak (Kosabangsa) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kedua perguruan tinggi mendampingi Rumah Batik Inklusi (RUBI) di Dusun Bengkosabe dan kelompok PKK Desa Kedungdowo.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

RUBI yang dipimpin A. Sujamin Haryadi memiliki 30 anggota, mayoritas merupakan penyandang disabilitas.

“Tujuan Kosabangsa ini bukan hanya mengenalkan alat, tetapi membantu mitra mengembangkan usaha secara lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Teknologi, peningkatan keterampilan, dan pemasaran perlu berjalan bersama agar hasil pendampingan dapat memperkuat daya saing produk serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dr. Ikhwanul Qiram, ST, MT, ketua tim pelaksana UNIBA, Rabu (28/10).

Sementara itu, 23 anggota PKK yang dipimpin Purwatiningsih mendapatkan pelatihan mesin jahit digital untuk menghasilkan produk fesyen berbahan batik.

“Kami berharap pendampingan ini memberi keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan, membantu anggota mengembangkan produk dan pemasaran, serta membuat kegiatan ekonomi kelompok semakin semakin berkelanjutan. Kami juga berharap pengetahuan tentang pangan bergizi dan kesiapsiagaan bencana dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan,” ungkap Purwatiningsih.

Tim UNIBA terdiri atas Ikhwanul Qiram dari bidang Teknik Mesin, Hasyim As’ari dari Biologi, Adi Mulyadi dari Teknik Elektro, serta tujuh mahasiswa. Unitomo mengerahkan tim pendamping yang diketuai Prof Dr Dra Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon, M M, bersama Prof Dr Nur Sayidah, SE, M Si, Ak, dan Prof Dr Ir Fadjar Kurnia Hartati, MP, dengan keahlian manajemen bisnis dan pangan fungsional.

Baca Juga  1.500 Santri Ikuti Munaqasyah FKTPQ Makassar

Dukungan pemerintah desa diwujudkan melalui kontribusi pendanaan Rp40 juta dari Desa Kedungdowo. Kepala Desa Moh. Hafit, S.M., mengapresiasi pendampingan yang dinilai membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan program Kosabangsa di Desa Kedungdowo. Program ini membawa pengetahuan, teknologi, dan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mengembangkan usaha batik inklusif dan meningkatkan keterampilan kelompok PKK,” pungkas Moh. Hafit.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *