Surabaya, Jatimmandiri.id – Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Tantangan tersebut menjadi pesan utama dalam Wisuda ke-123 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengukuhkan 1.511 lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Prosesi wisuda berlangsung di Graha Unesa, Selasa (27/10), dengan tema “Wisudawan Unesa Progresif, Inovatif, dan Kontributif untuk Indonesia Emas 2045”. Para lulusan diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan manfaat nyata di dunia kerja dan lingkungan sosial.
Rektor Unesa Prof Nurhasan menegaskan, keberhasilan pendidikan tinggi harus diukur dari kontribusi keilmuan bagi publik, bukan semata pencapaian akademik.
“Kita berharap lulusan Unesa nantinya mampu menjembatani ilmu pengetahuan dan kebutuhan publik, baik melalui pengembangan riset, inovasi industri, pelayanan pemerintahan maupun pemberdayaan komunitas. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tinggi juga tercermin dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Nurhasan.
Dalam orasi ilmiah, Komisaris PT Pelindo Terminal Petikemas Yoke Candra Katon menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Melalui visi From Connection to Collaboration, From Reputation to Impact, ia mengajak alumni mengubah jejaring profesional menjadi kerja sama yang menghasilkan dampak konkret.
Yoke menekankan lima pilar kepemimpinan, yakni merawat jejaring, menjaga integritas, aktif berbagi, berani mengambil peran strategis, serta menciptakan warisan kebermanfaatan.
“Melalui lima pilar kepemimpinan, yakni merawat jejaring, menjaga integritas, aktif berbagi, berani mengambil peran strategis, serta menciptakan warisan kebermanfaatan, para alumni diharapkan tidak sekadar mengejar karier pribadi, melainkan membuka peluang kerja dan solusi bagi publik,” tuturnya.
Nurhasan mengingatkan, kelulusan merupakan awal pembuktian kompetensi dan tanggung jawab sosial. Lulusan perlu terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan menjaga integritas dalam menghadapi tantangan pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat.
Wisuda kali ini juga diikuti mahasiswa internasional. Dua wisudawan hadir langsung, yakni Yusra Ali Idris, mahasiswa Magister Manajemen FEB asal Sudan, dan Fameela Lateh, lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris FBS asal Thailand.
Enam mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan FIP mengikuti prosesi secara daring dari China, yaitu Tan Shiyi, Liang Baihan, Huang Kuidong, Li Xingyin, Gui Sijie, dan Gui Simei.
Sebagai bentuk apresiasi, Unesa memberikan tabungan pendidikan dan beasiswa studi lanjut kepada wisudawan terbaik dari setiap fakultas dan jenjang pendidikan












