Dalam Negeri

TPQ Radattul Ummah di Ambon Bina 673 Anak Jalanan Sejak 2011

Penulis: BoyEditor: Eko Yudiono
×

TPQ Radattul Ummah di Ambon Bina 673 Anak Jalanan Sejak 2011

Sebarkan artikel ini
KK Jul mendampingi anak-anak binaan TPQ Radattul Ummah di kawasan Lorong Buntu, Kelurahan Honipopu, Kota Ambon. Sejak 2011 hingga 2026, tempat pembinaan ini tercatat telah mengasuh dan membina 673 anak.
Example 468x60

Ambon, jatimmandiri.id – Kepedulian terhadap masa depan anak-anak jalanan diwujudkan melalui keberadaan TPQ Radattul Ummah di kawasan Lorong Sekawan atau Lorong Buntu, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Tempat ini menjadi ruang penampungan sekaligus pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan memperoleh pendidikan agama.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejak berdiri pada 2011 hingga 2026, TPQ Radattul Ummah tercatat telah membina total 673 anak. Saat ini, sekitar 57 anak masih berada dalam pengasuhan dan pendampingan Jul, sosok yang akrab mereka sapa sebagai ayah angkat dengan panggilan KK Jul.

Selain mendapatkan pendidikan agama, anak-anak tersebut diajak membangun kebiasaan positif, termasuk menjaga kebersihan lingkungan. Mereka terlibat dalam kegiatan kerja bakti di sejumlah lokasi di Kota Ambon, seperti kawasan Lapangan Merdeka, rumah-rumah ibadah, sepanjang Jalan A.Y. Patty, dan wilayah sekitarnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial di kalangan anak-anak binaan.

Kepada media ini, Jul menceritakan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan, anak-anak tersebut kerap menghabiskan waktu di kawasan lampu merah dan emperan toko. Kondisi itu menggugah kepeduliannya untuk memberikan ruang bagi mereka agar memperoleh perhatian dan pembinaan yang lebih baik.

“Beta melihat kehidupan mereka yang ditelantarkan oleh orang tua. Beta merasa tergerak hati untuk mengajak mereka berkumpul di tempat tinggal beta, walaupun beta sendiri sementara tinggal di kos-kosan di Lorong Buntu,” ungkap Jul.

Dengan keterbatasan tempat tinggal dan fasilitas, Jul berupaya menampung serta mendampingi anak-anak tersebut. Langkah itu menjadi awal tumbuhnya TPQ Radattul Ummah sebagai tempat pembinaan anak-anak jalanan di lingkungan Kelurahan Honipopu dan sekitarnya.

Nama TPQ Dipilih oleh Anak-Anak Binaan

Baca Juga  Cak Imin Lantik 19.675 Pengurus DPC PKB Se-Indonesia, Tekankan Komitmen Mengabdi kepada Masyarakat

Ada cerita tersendiri di balik nama TPQ Radattul Ummah. Jul menjelaskan, nama tersebut bukan ditentukan olehnya, melainkan dipilih sendiri oleh anak-anak yang berada dalam pembinaannya.

Hal itu menjadi bagian dari perjalanan tempat tersebut, yang tumbuh dari kepedulian sederhana menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan sosial.

Sejak mulai dirintis pada 2011, kegiatan pembinaan ini telah melewati perjalanan panjang. Pada awalnya, aktivitas tersebut berlangsung di kawasan Jalan A.M. Sangadji, Kota Ambon, sebelum kemudian dikenal melalui keberadaan TPQ Radattul Ummah di Lorong Buntu, Kelurahan Honipopu.

Dalam kurun waktu 15 tahun, dari 2011 hingga 2026, total 673 anak tercatat pernah berada di bawah asuhan dan pembinaan Jul. Sementara itu, sekitar 57 anak saat ini masih mendapatkan pendampingan.

Jumlah tersebut menggambarkan besarnya tanggung jawab yang harus dijalankan dalam mendukung pendidikan, pembinaan karakter, dan pemenuhan kebutuhan anak-anak binaan.

Berharap Perhatian Pemerintah dan Masyarakat

Di tengah kegiatan pembinaan yang terus berjalan, persoalan dukungan dan keberlangsungan program menjadi tantangan tersendiri. Jul mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima bantuan dari pemerintah sekitar 2020. Namun, setelah itu, ia mengaku tidak lagi mendapatkan bantuan serupa.

Kondisi tersebut mendorongnya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan dan masa depan anak-anak jalanan.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kegiatan pembinaan dapat terus berjalan, termasuk untuk menunjang pendidikan agama dan memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhannya.

Keberadaan TPQ Radattul Ummah memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendampingi anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses terhadap perhatian dan pembinaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Pakar UMY: Keberhasilan UU SPPA Ditentukan dari Perlindungan Masa Depan Anak

Dengan rekam perjalanan pembinaan sejak 2011, TPQ Radattul Ummah menjadi salah satu wujud kepedulian sosial di Kota Ambon. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait diharapkan dapat memperkuat upaya pendampingan terhadap anak-anak yang membutuhkan perlindungan serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara layak.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah membuka peluang memperluas penindakan tindak pidana korupsi di sektor swasta tanpa keterlibatan penyelenggara negara melalui revisi…