Jatim

KTP Sidoarjo Dikeluhkan Warga, Disdukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola

Penulis: Dicky DeaEditor: Ayn
×

KTP Sidoarjo Dikeluhkan Warga, Disdukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola

Sebarkan artikel ini
Pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo kawasan Lingkar Timur dikeluhkan warga lantaran dinilai lambat dan berbelit-belit.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Keluhan warga yang harus berulang kali datang untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Sidoarjo, menjadi perhatian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Evaluasi kendala mesin cetak dan perluasan layanan digital kini menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelayanan administrasi kependudukan.

Pada pertengahan Oktober 2026, sejumlah warga mengeluhkan lambatnya pelayanan, termasuk pengurusan cetak ulang KTP-el yang hilang. Seorang pemohon mengaku harus datang hingga lima kali ke MPP untuk menyelesaikan keperluannya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Keluhan serupa ramai disampaikan melalui media sosial Threads. Warga menyoroti alasan mesin cetak mengalami gangguan yang disebut berulang kali tanpa kepastian waktu penyelesaian.

“Setiap ke sini alasannya selalu sama, mesin cetak sedang error. Tapi saat ditanya kapan selesainya, petugas tidak bisa memberikan kepastian waktu (estimation time) yang jelas,” ujar salah seorang pemohon.

Kekecewaan tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai perlunya pembenahan pelayanan tanpa harus menunggu keluhan menjadi viral.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo, Drs. Reddy Kusuma, M.A., mengakui adanya kendala teknis pada perangkat pencetakan KTP-el di MPP Lingkar Timur. Pihaknya menyatakan segera menangani persoalan tersebut sekaligus memperluas layanan administrasi kependudukan berbasis digital.

“Kami mengapresiasi masukan dari masyarakat terkait kendala teknis mesin cetak KTP-el di MPP Lingkar Timur. Kendala tersebut segera kita atasi. Saat ini Disdukcapil Sidoarjo juga tengah agresif memperluas jangkauan Agen IKD dan Agen Perlinsos hingga ke tingkat bawah. Tantangan utamanya terletak pada sinkronisasi data kependudukan secara digital agar tetap valid dan tepat sasaran,” terang Reddy, Kamis (22/10/2026).

Untuk mengurangi antrean dan ketergantungan pada layanan tatap muka, Disdukcapil mengandalkan program Jemput Bola Terpadu (JBT) yang menjangkau desa dan sekolah melalui kegiatan Goes to School.

Program tersebut menyediakan perekaman KTP-el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara gratis. Layanan diprioritaskan bagi lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar yang memasuki usia wajib KTP.

Baca Juga  Nekat Bangun Jembatan Tanpa Izin, Pabrik Rokok di Tanggulangin Terancam Sanksi

Disdukcapil berharap perluasan aktivasi IKD dapat mempermudah akses layanan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada dokumen fisik ketika terjadi gangguan pencetakan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *