Nganjuk, Jatimmandiri.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk memasuki musim kemarau.
Warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan tidak memicu timbulnya titik api.
Humas Perhutani KPH Nganjuk, Whempy Eka Putranto, mengingatkan masyarakat agar membuang kebiasaan berisiko, seperti membakar daun dan ranting kering di area hutan maupun membuang puntung rokok secara sembarangan.
“Di musim kemarau seperti sekarang, daun dan ranting mudah terbakar. Percikan api kecil saja bisa meluas menjadi kebakaran hutan yang merusak,” kata Whempy mewakili Administratur Perhutani KPH Nganjuk Agus Suryawan, Rabu (21/10/2026).
Pesan imbauan ini telah menjangkau masyarakat di pinggiran Gunung Wilis dan kawasan hutan Sawahan.
Kendati demikian, warga menilai edukasi tatap muka secara berkala masih sangat dibutuhkan agar kesadaran kolektif dapat terbentuk sepenuhnya.
“Kami sudah berhati‑hati, tapi masih ada tetangga yang kadang bakar sampah di dekat pinggir hutan. Perlu sering diingatkan,” ujar salah satu warga pinggiran Gunung Wilis, Sutikno (45), saat dihubungi wartawan.
Merespons potensi ancaman tersebut, pihak Perhutani menegaskan bakal memperketat pengawasan di lapangan.
Patroli rutin di zona rawan kebakaran akan ditingkatkan, sembari mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif memantau lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda munculnya api di kawasan hutan. (isk/alf)












