Nganjuk, Jatimmandiri.id — Langkah strategis dalam mendukung swasembada gula nasional resmi dimulai. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk berkolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), melalui unit usaha PG Rejo Agung Baru Madiun, guna memperkuat program budidaya tebu di kawasan hutan.
Penandatanganan kerja sama penting ini dilangsungkan di lingkungan Pabrik Gula Redjo Agung Baru, Madiun, Senin (19/10/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut Administratur KPH Nganjuk Agus Suryawan didampingi Kepala Sub Seksi Agroforestri dan Ekowisata Muhajin.
Sementara dari pihak korporasi, hadir Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara Nanik Soelistyowati bersama General Manager PG Rejo Agung Baru Immam Nur Salamet.
Sinergi lintas sektor ini digagas sebagai wujud nyata dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mengamankan pasokan bahan baku gula dalam negeri.
Administratur KPH Nganjuk, Agus Suryawan, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan hutan di bawah naungan Perhutani akan dioptimalkan secara bijak untuk mendukung produktivitas sektor pertanian tebu.
“Kami ingin lahan hutan yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara bijak untuk budidaya tebu, sehingga mendukung pasokan bahan baku gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Agus.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara, Nanik Soelistyowati, menyambut baik kemitraan strategis ini.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri gula, tetapi juga berjalan selaras dengan prinsip pengelolaan sumber daya hutan yang lestari.
“Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pasokan tebu bagi pabrik gula kami, sekaligus bersinergi dengan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” jelas Nanik.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak optimistis program budidaya tebu dapat berjalan optimal, memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, serta menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional di masa depan.












