Probolinggo, Jatimmandiri.id- Duka akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo masih menyelimuti keluarga korban. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra mendatangi rumah Sefriel Ardiansyah di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (17/10), untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap keluarga korban yang meninggal saat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
“Atas nama pribadi, institusi, dan seluruh rombongan yang hadir, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Sefriel Ardiansyah. Kami memahami kehilangan itu menjadi duka yang berat bagi keluarga,” katanya di Kota Probolinggo.
Dalam takziah tersebut, Lucky didampingi Wakapolres Kompol Wiwin Rusly dan sejumlah pejabat utama Polres Probolinggo Kota. Rombongan mengikuti pembacaan tahlil dan surat Yasin untuk mendoakan almarhum, sekaligus menyerahkan tali asih kepada keluarga.
Lucky mengatakan, Sefriel dikenal sebagai pribadi ramah, baik hati, dan senang menolong. Kesan tersebut juga disampaikan pengurus serta atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang mengenal almarhum.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kehilangan. Lucky juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan almarhum.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, karena doa menjadi salah satu hal terbaik yang dapat kita berikan untuk beliau,” katanya.
Keluarga Apresiasi Perhatian Kepolisian
Ayah kandung almarhum, Lutfi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kapolres beserta rombongan. Menurutnya, perhatian dan doa tersebut memberikan dukungan moral bagi keluarga yang sedang berduka.
“Kehadiran Bapak Kapolres bersama rombongan menjadi kekuatan dan pelipur lara yang sangat berarti bagi kami. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian, simpati, dan doa yang diberikan,” kata Lutfi.
Ia juga memohon maaf apabila semasa hidupnya almarhum pernah melakukan kesalahan atau menyampaikan ucapan yang kurang berkenan kepada siapa pun.
Sebelumnya, empat orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar saat terjebak dalam upaya pemadaman karhutla di Gunung Bromo pada Kamis (15/10).
Empat korban meninggal terdiri atas dua petugas TNBTS, Sukaris dan Hendra, serta dua relawan, Sefril dan Wisnu. Sementara itu, dua korban selamat, yakni petugas TNBTS Munawi dan Suraji, menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi petugas dan relawan dalam penanganan kebakaran di kawasan konservasi












