Pekalongan, Jatim Mandiri – Pemerintah Kota Pekalongan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama musim kemarau. Imbauan ini disampaikan karena cuaca kering dan kekeringan dapat memicu banyaknya debu di lingkungan. Debu yang terpapar ke saluran pernapasan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama saat warga beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan memadai.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti menyampaikan perkembangan kasus ISPA selama musim kemarau menunjukkan fluktuasi, dengan kecenderungan meningkat pada periode akhir pengamatan. Data Dinas Kesehatan mencatat 2.513 kasus hingga September 2026. Jumlah tersebut naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat 2.222 kasus.
Meski jumlah kasus meningkat dibandingkan periode pembanding, Pemkot menyebut kondisi warga yang terkena ISPA masih aman dan terkendali. Puji menyampaikan, “Meski demikian, kami memastikan kondisi warga yang terkena ISPA saat ini masih tergolong aman dan terkendali,” katanya.
Menurut Puji, kondisi cuaca dan meningkatnya debu perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengimbau warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik. “Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama terutama karena cuaca kering dan kekeringan dapat memicu banyaknya debu di lingkungan. Oleh karena itu, kami mengimbau warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik,” ujarnya.
Selain memperhatikan kebersihan lingkungan, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh selama musim kemarau. Paparan debu dapat mengganggu saluran pernapasan. Risiko paparan perlu diperhatikan saat beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Makanan dan jajanan yang dibiarkan terbuka juga perlu diwaspadai dengan memastikan makanan serta minuman tetap bersih dan terlindungi.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Gejalanya dapat berupa demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, badan pegal-pegal, sakit kepala, hingga kelelahan. Warga diminta mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini dan tidak mengabaikan kondisi tubuh saat mulai merasa kurang sehat.
“Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak dini dan tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai merasa kurang sehat,” kata Puji. Imbauan ini ditujukan agar warga lebih memperhatikan perubahan kondisi kesehatan, terutama ketika gejala muncul dan belum membaik. Pemantauan kondisi tubuh menjadi bagian dari upaya masyarakat mengenali gejala ISPA lebih awal.
Untuk mengurangi paparan debu dan menjaga kebersihan, warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan berdebu. Masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman tetap bersih dan terlindungi. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat yang diimbau selama musim kemarau.
Warga yang mengalami gejala ISPA dan belum membaik setelah lebih dari tiga hari diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan diperlukan agar warga mendapatkan penanganan sesuai standar. Pemkot Pekalongan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang berlanjut serta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan selama musim kemarau.












