Semarang, Jatim Mandiri – Ajang lari Susuran 2026 di Boyolali diikuti sekitar 2.500 pelari dari berbagai daerah, Minggu. Jumlah peserta meningkat dibanding penyelenggaraan tahun pertama yang diikuti 1.600 pelari. Peningkatan tersebut berpotensi membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, penginapan, dan restoran di Kabupaten Boyolali. Ajang ini memasuki tahun kedua penyelenggaraan.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan peningkatan jumlah peserta berpotensi memberi kesempatan bagi pelaku usaha setempat. Peluang tersebut mencakup berbagai jenis usaha lokal, dari UMKM hingga penginapan dan restoran. “Dengan demikian, perekonomian di Boyolali akan terus tumbuh,” kata Agus saat gelaran Susuran 2026 di Boyolali.
Agus berharap Susuran dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Harapan itu disampaikan seiring meningkatnya jumlah peserta dibanding tahun pertama. Dengan penyelenggaraan yang terus berkembang, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi warga. Sumber menyebut peningkatan jumlah pelari sebagai peluang bagi pelaku usaha lokal, bukan sebagai kepastian besaran dampak ekonomi.
Manfaat yang diharapkan dari Susuran tidak hanya terkait kegiatan usaha. Agus mengatakan acara tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat membiasakan pola hidup sehat. Kegiatan lari itu dengan demikian membawa tujuan olahraga sekaligus diharapkan menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga. Kedua manfaat tersebut menjadi harapan dalam penyelenggaraan Susuran di Boyolali.
Sekitar 2.500 pelari dari berbagai daerah mengikuti Susuran 2026. Jumlah itu lebih tinggi daripada tahun pertama penyelenggaraan, yang diikuti 1.600 pelari. Perbandingan tersebut memperlihatkan peningkatan jumlah peserta pada tahun kedua. Para peserta berasal dari berbagai daerah, sebagaimana disebutkan dalam keterangan mengenai ajang tersebut.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari pengembangan pariwisata olahraga di wilayahnya. Menurut dia, kegiatan semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan alam serta potensi wisata daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Susuran diharapkan turut mendukung pengenalan potensi Boyolali melalui kegiatan olahraga.
Sumarno mengatakan Boyolali memiliki kekayaan alam yang perlu dikembangkan melalui wisata. “Boyolali punya kekayaan alam luar biasa, sehingga wisatanya perlu kita kembangkan,” katanya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pengembangan pariwisata olahraga dan pengenalan potensi wisata daerah kepada masyarakat lebih luas.
Ia berharap penyelenggaraan Susuran dapat menarik lebih banyak pengunjung dari luar Jawa Tengah. Pengunjung tersebut diharapkan datang dan menikmati berbagai potensi yang dimiliki Boyolali, mulai dari destinasi wisata hingga kuliner. Harapan itu berkaitan dengan peluang memperkenalkan daya tarik daerah kepada orang-orang yang datang dari luar wilayah.
Sumarno juga mendorong setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengembangkan acara olahraga sesuai karakteristik dan keunggulan wilayah masing-masing. Dorongan tersebut merupakan bagian dari pengembangan pariwisata olahraga di Jawa Tengah. Di Boyolali, Susuran diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, membiasakan pola hidup sehat, mengenalkan potensi wisata, serta berpeluang membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal.












