Metropolitan

Kado HJKS ke-733, Eri Cahyadi Gandeng Enam Lembaga Percepat Bedah Rumah dan Tekan Stunting

×

Kado HJKS ke-733, Eri Cahyadi Gandeng Enam Lembaga Percepat Bedah Rumah dan Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini
Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Eri Cahyadi memberikan kado istimewa bagi warga Kota Pahlawan.
Example 468x60

Jatimmandiri-Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Eri Cahyadi memberikan kado istimewa bagi warga Kota Pahlawan.

Melalui semangat gotong royong, Pemerintah Kota Surabaya menggandeng enam lembaga sosial dan perusahaan untuk mempercepat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sekaligus menekan angka stunting.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Serbaguna RW VI Cempaka, Kecamatan Tegalsari, Rabu (13/5/2026).

Enam lembaga yang terlibat dalam program CSR ini yakni Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra, Pakuwon, Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan Nurul Hayat.

Sebelum penandatanganan dilakukan, Wali Kota Eri bersama jajaran pemkot dan perwakilan lembaga CSR turun langsung meninjau kondisi rumah warga penerima manfaat di Kecamatan Tegalsari.

Dalam kunjungan tersebut, Eri memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, pembangunan Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan APBD maupun pemerintah semata. Ia menilai keterlibatan dunia usaha dan lembaga sosial menjadi bukti nyata semangat Kampung Pancasila hidup di tengah masyarakat.

“Saya ingin mengajak mereka melihat langsung kondisi warga yang rumahnya sempit, panas, dan tidak memiliki ventilasi yang layak. Negara tidak akan kuat jika hanya pemerintah yang bergerak. Kekuatan gotong royong inilah yang membuat Surabaya semakin kuat,” ujar Eri.

Eri bahkan menyebut para pimpinan lembaga yang ikut membantu warga sebagai “Wali Kota Surabaya” karena dinilai memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat kecil.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, saat ini masih terdapat sekitar 7.000 hingga 9.000 unit Rutilahu yang membutuhkan penanganan. Pada 2026, pemkot menargetkan rehabilitasi sebanyak 4.242 unit rumah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.240 unit akan dibiayai melalui APBD Kota Surabaya. Sementara 1.002 unit lainnya berasal dari jalur non-APBD, termasuk 905 unit hasil kolaborasi CSR dan lembaga sosial.

Baca Juga  SOTH Lamongan Dibuka untuk Nenek hingga Pengasuh, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Tekan Stunting

Selain itu, 1.000 unit rumah lainnya akan mendapatkan bantuan stimulan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Program perbaikan rumah itu diprioritaskan pada kerusakan utama seperti atap, lantai, dinding, hingga fasilitas jamban.

Sasaran penerima bantuan adalah warga ber-KTP Surabaya yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dalam data desil 1 hingga 5 serta memiliki status lahan yang sah dan tidak bersengketa.

Tak hanya fokus pada hunian, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat penanganan stunting di Surabaya. Eri mengungkapkan angka stunting di Kota Pahlawan berhasil ditekan drastis dari 28,5 persen menjadi 0,5 persen.

“Ini bukan kekuatan wali kota semata, tetapi hasil kerja bersama orang-orang hebat yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Surabaya juga berencana membangun Prasasti Gotong Royong di kawasan Balai Kota Surabaya. Prasasti itu nantinya akan memuat nama lembaga maupun pihak yang telah berkontribusi membangun kota.

Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk, Sutoto Yakobus mengaku pengalaman turun langsung melihat kondisi warga memberikan perspektif baru baginya.

“Selama 32 tahun saya di Surabaya, baru kali ini saya blusukan langsung ke kampung seperti tadi. Rumah layak menjadi fondasi penting untuk kesehatan dan kebahagiaan keluarga,” ujarnya.

Ia memastikan pihaknya siap membantu lebih banyak rumah warga apabila dibutuhkan.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi. Ia mengapresiasi transparansi Pemkot Surabaya dalam memetakan kebutuhan masyarakat.

“Kami diajak melihat langsung kondisi rumah warga dan tentu siap membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya,” katanya.

Menurut Sutandi, Pakuwon juga siap menambah dukungan apabila program tersebut membutuhkan bantuan lebih besar, termasuk dalam penanganan anak stunting di lima kecamatan.

Baca Juga  Surabaya Vaganza 2026 Siap Gemerlap, Parade Cahaya Spektakuler Digelar 16 Mei

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *