Surabaya, Jatim Mandiri
Tiga dari lima korban ledakan di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10) lalu mengalami luka bakar serta dugaan gangguan pernapasan akibat paparan asap panas dan efek kejut ledakan. Dua korban lainnya menjalani operasi debridement untuk mengangkat jaringan kulit rusak dan membersihkan debu pascaledakan.
Tiga korban yang dirujuk ke RSUD Dr Soetomo terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen di sejumlah bagian tubuh. “Pasien perempuan diterima di IGD RSUD Dr Soetomo sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan dua pasien laki-laki diterima sekitar pukul 11.45 WIB,” terang Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa seperti dikutip Tribunnews, Rabu (7/10).
“Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen yang tersebar di area wajah, kepala, leher, dada, dan anggota gerak lainnya,” lanjut Cita.
Tim medis juga mencurigai Inhalasi atau Blast Injury, yakni gangguan saluran pernapasan akibat menghirup asap panas atau gas beracun serta cedera akibat efek kejut ledakan.
“Ketiga pasien telah menjalani tindakan operasi pada Selasa (6/10). Setelah menjalani tindakan operasi, ketiga pasien saat ini mendapatkan perawatan dan pemantauan di Ruang Observasi Intensif (ROI) pascaoperasi RSUD Dr Soetomo,” urai Cita.
Perawatan di ROI dilakukan untuk memantau perkembangan luka bakar, fungsi pernapasan, dan kondisi umum pasien secara ketat. “Secara keseluruhan ketiga pasien sedang dalam penanganan intensif oleh tim medis. RSUD Dr Soetomo memastikan ketiga pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis dan kebutuhan masing-masing,” tegas Cita.
Sementara itu, dua korban lainnya dirawat di RSUD Haji Surabaya dan menjalani operasi debridement. Tindakan tersebut dilakukan dengan pembiusan total dan masing-masing berlangsung sekitar dua jam.
Operasi bertujuan mengangkat jaringan rusak akibat luka bakar serta membersihkan kotoran dan debu yang menempel. Setelah tindakan, keduanya dipindahkan ke ICU untuk pemantauan intensif.
Korban laki-laki mengalami luka bakar sekitar 16 persen, sedangkan korban perempuan mencapai 31 persen pada wajah, leher, dan tangan. Keduanya dalam kondisi stabil. Meski belum ditemukan gangguan pernapasan, pemantauan dilakukan karena luka bakar berada dekat saluran napas.
Di sisi lain, Manajemen Nasi Tempong Sri Dewi menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menyebut ledakan diduga kuat dipicu kebocoran pipa gas LPG 50 kilogram. “Segenap manajemen dan keluarga besar Tempong Sri Dewi ingin menyampaikan permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam, atas segala dampak dan kesulitan yang timbul akibat kejadian hari ini di area outlet Tempong Sri Dewi San Antonio – Pakuwon City,” tulis manajemen. (*/bil/ibn)












