Jatim

EJIF 2026 Bukukan 12 Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Tawarkan 28 Proyek IPRO di Jatim

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

EJIF 2026 Bukukan 12 Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Tawarkan 28 Proyek IPRO di Jatim

Sebarkan artikel ini
EJIF 2026
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • East Java Investment Forum (EJIF) 2026 menghasilkan 12 komitmen investasi strategis senilai Rp2,4 triliun.
  • Sebanyak 28 proyek siap tawar (IPRO) senilai Rp73,7 triliun ditawarkan kepada investor domestik dan perwakilan dari 9 negara mitra.
  • Wagub Jatim Emil Dardak dan Kepala BI Jatim Ibrahim menegaskan kekuatan manufaktur serta pertanian sebagai motor utama penopang investasi berkelanjutan.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Sinergi strategis antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengakselerasi masuknya modal usaha membuahkan hasil nyata. Gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Surabaya resmi mencatatkan 12 komitmen kesepakatan investasi dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp2,4 triliun.

Forum investasi tahunan berskala internasional ini mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment”. Agenda ini difungsikan sebagai jembatan penghubung antara pemerintah daerah, pemangku kebijakan fiskal-moneter, korporasi pemilik proyek (project owner), lembaga perbankan, hingga investor domestik dan global.

Fokus Investasi Berkelanjutan Penopang Lapangan Kerja

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa laju investasi tidak boleh semata-mata dimaknai sebagai angka statistik pertumbuhan ekonomi. Akselerasi penanaman modal harus diorientasikan pada dampak sosial riil, yakni pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya serta penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.

“Investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” tegas Ibrahim dalam sambutannya di Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Ibrahim memaparkan bahwa daya tarik investasi yang berkelanjutan wajib ditopang oleh fondasi makroekonomi yang kokoh, meliputi disiplin ketahanan fiskal, stabilitas sistem keuangan (SSK), hingga keandalan sistem pembayaran digital yang efisien dan aman.

Baca Juga  Kasus Korupsi KBS, DPRD Surabaya Desak Evaluasi BUMD

Emil Dardak Beberkan Keunggulan Sektor Manufaktur dan Agribisnis

Hadir langsung dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa jajaran Pemprov Jatim bersama 38 pemerintah kabupaten/kota berkomitmen penuh menghadirkan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, dan infrastruktur penunjang bagi para penanam modal.

Menurut Emil, Jawa Timur memegang posisi tawar yang sangat kompetitif di kancah nasional berkat integrasi dua sektor unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian regional.

“Modal dasar yang kuat, sektor manufaktur dan pertanian, menjadi daya tarik investasi di Jawa Timur,” ungkap Emil Dardak.

Emil menggarisbawahi bahwa kolaborasi tripartit antara pemprov, pemkab/pemkot, dan Bank Indonesia menjadi kunci utama dalam merawat iklim usaha yang kondusif sekaligus menaikkan daya saing Jawa Timur sebagai gerbang logistik dan industri utama di kawasan timur Indonesia.

Tawarkan 28 Proyek IPRO Rp73,7 Triliun ke Investor 9 Negara

Dalam etalase promosi investasi EJIF 2026, Jawa Timur menawarkan paket proyek berstatus Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah memenuhi kualifikasi studi kelayakan siap jalan. Rincian penawaran mencakup:

  • 28 Proyek IPRO: Bernilai total investasi mencapai Rp73,7 triliun yang terkonsentrasi pada sektor manufaktur, pariwisata, infrastruktur dasar, dan agroindustri.
  • 7 Kawasan Strategis: Meliputi kawasan industri terpadu dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
  • 80 Aset Milik Daerah: Aset potensial pemda yang siap dikerjasamakan melalui skema kemitraan strategis, serta aneka portofolio pembiayaan sektor perbankan.

Minat Kuat Korporasi Multinasional dan Panel Ahli

Ajang diplomasi ekonomi ini menyedot antusiasme delegasi pemodal dari sembilan negara mitra internasional, antara lain investor dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia.

Rangkaian forum juga diperkuat sesi diskusi panel lintas otoritas yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Panel tersebut membedah peta jalan hilirisasi, proteksi investasi daerah, hingga ekosistem rantai pasok lokal yang siap menyerap kemitraan usaha global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Tokoh lintas agama di Kabupaten Lumajang menegaskan Pancasila sebagai titik temu sekaligus perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia…

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id- Kenyamanan jemaah menjadi perhatian PT Annamiroh Travelindo dalam melayani keberangkatan umrah dari Kabupaten Lumajang. Biro perjalanan tersebut menyiapkan…