Malang, Jatim Mandiri
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak pramuka santri membangun kepedulian lingkungan melalui penanaman 1.000 pohon dalam rangkaian PPSN VI 2026, Malang, Minggu (4/10). Kegiatan itu diarahkan menjadi kebiasaan sekaligus bagian pembentukan karakter santri untuk menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
Penanaman dilakukan di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang. Sebanyak 1.000 pohon terdiri atas 300 mangga, 300 pule, 300 tabebuya, dan 100 maja.
“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan tetapi harus menjadi kebiasaan,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, kegiatan tersebut mengajarkan santri pentingnya kesabaran dan tanggung jawab dalam menjaga alam. Setiap pohon yang dirawat dapat menyerap karbon dioksida dan menyimpannya sebagai biomassa.
Penanaman pohon juga dinilai mendukung peningkatan cadangan karbon serta upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Khofifah menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam Persetujuan Paris yang diratifikasi pada 2016.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung kebijakan pelestarian lingkungan melalui program Jatim Lestari dalam Nawa Bhakti Satya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Malang sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang Isroqunnajah mendorong pramuka santri memadukan nilai keislaman, kebangsaan, dan kejuangan.
“Keislaman berpijak pada prinsip rahmatan lil ‘alamin dan ketakwaan sosial. Kebangsaan bertumpu pada hubbul wathan minal iman dan komitmen menjaga NKRI,” ujarnya.
PPSN VI 2026 diikuti lebih dari 4.524 pramuka santri dari berbagai kontingen Indonesia. Isroqunnajah menawarkan tiga pilar menghadapi masa depan, yakni cyber-dakwah, eco-jihad, dan global leadership.
Pilar tersebut mencakup literasi digital, konservasi lingkungan, penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, serta kemampuan bersaing global dengan tetap menjaga jati diri keislaman dan kebangsaan. (ant/ibn)












