Edu-Life & Sport

Madrasah Makin Kompetitif, Akhlak Tetap Jadi Kekuatan

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Madrasah Makin Kompetitif, Akhlak Tetap Jadi Kekuatan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Madrasah terus didorong keluar dari stigma sebagai pilihan kedua dalam pendidikan. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut madrasah kini memiliki kemampuan semakin kuat untuk bersaing dengan sekolah lain, baik dari sisi akademik maupun kualitas pembelajaran.

Penguatan tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan MAN Insan Cendekia serta keterlibatan madrasah dalam program Sekolah Unggul Garuda Transformasi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Madrasah sekarang sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Yang juga penting, anak-anak madrasah tidak hanya kita persiapkan unggul secara akademik, tetapi akhlakul karimah harus tetap menjadi kekuatannya,” kata Nasaruddin saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Kamis (1/10).

Peningkatan daya saing juga ditopang pembenahan fasilitas. Sepanjang 2025, sebanyak 74 madrasah mendapatkan program revitalisasi sarana dan prasarana. Sebanyak 203 madrasah memperoleh sarana Tes Kemampuan Akademik (TKA), sementara 351 madrasah menerima sarana Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Digitalisasi pembelajaran ikut diperkuat. Kementerian Agama menyalurkan 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan pendidikan. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 5.180.170 siswa tercatat menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Pada jenjang perguruan tinggi, 289.255 mahasiswa memperoleh manfaat KIP Kuliah.

Tidak hanya pendidikan dasar dan menengah, Nasaruddin meminta perguruan tinggi keagamaan meningkatkan kualitas penelitian agar mampu menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita selalu mengatakan, jangan sampai kita hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Di sisi lain, pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana terus dilakukan. Kementerian Agama mengalokasikan Rp85,84 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 490 madrasah terdampak bencana di Sumatera pada tahun anggaran 2026.

Dari jumlah tersebut, 167 merupakan madrasah negeri dan 323 madrasah swasta. Pemerintah menargetkan pemulihan fasilitas segera selesai agar kegiatan belajar kembali berjalan normal.

Baca Juga  Program MBG Masuk Kampus, Sejumlah Perguruan Tinggi Pilih Menolak

“Saya berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,” kata Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *