Kota Besar

Lomba Kampung Pancasila Tuai Apresiasi, Ning Lia: Wujud Hidupkan Gotong Royong

Penulis: Alif Bintang
×

Lomba Kampung Pancasila Tuai Apresiasi, Ning Lia: Wujud Hidupkan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Momen kebersamaan Lia Istifhama dengan Eri Cahyadi.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Kampung Pancasila di Kota Surabaya kembali menggeliat. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menghidupkan kembali program strategis ini sebagai ruang komunal untuk memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, hingga kemandirian warga di tingkat tapak.

Peluncuran Lomba Kampung Pancasila 2026 yang digelar pekan lalu ini melibatkan tak kurang dari 1.360 RW di seluruh penjuru Surabaya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Melalui gerakan massal tersebut, Pemkot Surabaya menempatkan nilai gotong royong sebagai ruh utama untuk mendorong warga berkolaborasi menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

Langkah progresif Pemkot Surabaya tersebut menuai apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

Saat bertemu Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota, senator asli Surabaya ini menyebut keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Program ini bentuk konkret penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Bahkan menurut saya, Surabaya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghidupkan nilai Pancasila di tingkat Masyarakat,” kata Ning Lia, Rabu (30/9/2026).

Melalui program ini, Pancasila tidak lagi sekadar menjadi materi pendidikan kewarganegaraan atau simbol kenegaraan semata, melainkan diterjemahkan menjadi aksi sosial nyata.

Yakni, aksi saling bantu antartetangga, menjaga kelestarian lingkungan, memupuk toleransi, menguatkan ekonomi warga, hingga menyelesaikan persoalan bersama.

Perspektif ini sekaligus mempertegas pemikiran Ning Lia mengenai keberlangsungan bangsa.

Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada kekuatan institusi negara, tetapi juga pada dinamika civil society yang menjadi fondasi sosial di luar struktur pemerintahan.

Kebijakan pemerintah membutuhkan partisipasi aktif, kepedulian, dan rasa percaya dari masyarakat.

Dalam forum kebangsaan bersama generasi muda, Ning Lia menekankan pentingnya menempatkan warga sebagai agen utama keberlangsungan bangsa.

Baca Juga  Prof Otto Hasibuan Tegaskan Penjara Bukan Lagi Solusi Tunggal

Ia juga mengaitkan dinamika sosial ini dengan pemikiran Ibnu Khaldun mengenai siklus sosial dan potensi disintegrasi yang dapat timbul saat ikatan emosional antara rakyat dan negara melemah

Gotong royong hadir sebagai modal sosial yang menjembatani kepentingan warga dengan cita-cita berbangsa.

“Ketika warga terbiasa saling membantu, maka muncul solidaritas. Ketika masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, maka kepercayaan dapat tumbuh. Dan ketika negara mampu hadir melalui kebijakan yang dirasakan manfaatnya, maka hubungan antara negara dan masyarakat menjadi semakin kuat,” tuntas Ning Lia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *