Ichinomiya, Jatim Mandiri — Indonesia memastikan dua wakil bulu tangkis melaju ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di partai semifinal Senin (28/9), Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang atas Korea Selatan, sedangkan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menumbangkan pasangan nomor satu China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Leo/Daniel lolos ke partai puncak ganda putra setelah mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae 21-11, 21-14. Kemenangan tersebut memperbesar peluang Indonesia menambah koleksi emas dari bulu tangkis. Daniel mengatakan komunikasi dan kewaspadaan terhadap pola permainan lawan menjadi kunci kemenangan mereka. “Tadi kami bermain cukup baik, dan kuncinya kami terus komunikasi dan mewaspadai pola permainan lawan,” ungkap Daniel setelah pertandingan.
Leo menambahkan, kemenangan tersebut juga ditopang evaluasi dari pertemuan sebelumnya serta pengamatan terhadap permainan Kim/Seo. Strategi itu membantu mereka menemukan celah permainan lawan sejak awal pertandingan.
“Kemarin hasilnya kan sudah bagus, sekarang kami mengulangi lagi. Kemarin dia juga ada pertandingan, kami lihat lagi videonya. Pas lawan Jepang mereka kerepotan, kami ambil peluang di situ. Alhamdulillah hari ini bisa menang lawan mereka,” tutur Leo.
Di sisi lain, Amri/Nita lolos ke final setelah menang dua gim langsung 21-12, 21-14 pada semifinal di Ichinomiya. Amri mengatakan, tekanan pertandingan sebenarnya cukup besar sejak awal. Namun, ia melihat pasangan China justru tidak mampu tampil stabil sehingga Amri/Nita dapat memanfaatkan momentum tersebut.
“Bersyukur alhamdulillah bisa selesai pertandingan tanpa cedera dan bisa memenangkan pertandingan di semifinal ini dan masuk ke final. Pertandingan tadi dari awal cukup pressure-nya lumayan gede buat saya. Tapi ternyata saya melihat lawan kondisinya sedikit lebih goyang daripada kami,” kata Amri.
Di semifinal lainnya, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang melalui tiga gim 17-21, 21-13, 9-21. Kekalahan itu membuat Indonesia gagal menghadirkan final sesama wakil Merah Putih di nomor ganda putra.
“Selesai sudah tugas kami di Asian Games, menyumbangkan medali perunggu. Memang bukan yang kami harapkan, tapi kami tetap bersyukur. Inilah kami, sudah bermain secara maksimal,” tutur Fajar.
Liang/Wang tampil solid sepanjang pertandingan berdurasi 60 menit. Pertahanan pasangan China mampu meredam sejumlah serangan dan smes Fajar/Fikri.
Sementara itu, Alwi Farhan juga terhenti di semifinal tunggal putra setelah kalah dari Kunlavut Vitidsarn asal Thailand 13-21, 15-21. Alwi mengaku kelelahan setelah sebelumnya memperkuat tim beregu putra yang merebut emas, kemudian menjalani pertandingan individu dengan jadwal padat.
“Saya sudah mencoba memaksa tubuh saya, rasanya sudah benar-benar kelelahan sehingga tidak bisa berjuang maksimal. Saya merasa sudah menunjukkan fighting spirit, tapi ya itu jadi evaluasi buat saya,” ujar Alwi.
Ia menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan ketahanan menghadapi jadwal pertandingan yang padat. “Apa pun tantangannya mungkin saya harus bisa mengatasi. Saya harus lebih belajar, lebih kuat, ke depannya masih banyak hal yang harus saya pelajari,” katanya. (ant/ibn)












