Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Momen peringatan Hari Kereta Api Nasional pada 28 September menjadi panggung penting bagi penguatan sistem transportasi publik di Jawa Timur.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyoroti secara tajam urgensi pembenahan fasilitas angkutan massal urban, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
Integrasi langsung antara kereta komuter dan angkutan umum lokal dinilai sudah sangat mendesak. Hal ini demi mempermudah mobilitas harian para pekerja sekaligus mengurai kemacetan kronis di koridor Sidoarjo–Surabaya.
Khofifah menegaskan bahwa keterhubungan angkutan umum lokal harus langsung menyambut penumpang begitu mereka melangkah keluar dari gerbong kereta.
“Selamat Hari Kereta Api Nasional. Sidoarjo ini penyangga utama Surabaya dengan mobilitas pekerja yang sangat luar biasa tinggi. Saya mendesak adanya percepatan integrasi antarmoda secara riil di Stasiun Sidoarjo. Penumpang yang turun dari kereta komuter harus langsung terkoneksi dengan angkutan umum lokal atau bus pengumpan yang nyaman tanpa perlu bingung. Jika integrasi fisik dan sistem tiket ini berjalan baik, masyarakat dengan sendirinya akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal,” ujar Khofifah, Senin (28/9/2026).
Gagasan strategis tersebut disambut terbuka oleh pihak operator. Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyatakan kesiapan jajarannya untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah, sembari terus mematangkan evaluasi keselamatan jalur rel di wilayah Sidoarjo.
“Kami sangat mendukung visi integrasi antarmoda tersebut demi kenyamanan pelanggan. Saat ini, volume penumpang kereta komuter di Stasiun Sidoarjo terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan,” ucap Luqman.
Kolaborasi dalam menghadirkan transportasi massal terintegrasi serta langkah nyata mitigasi risiko kecelakaan di perlintasan rel kini menjadi tumpuan harapan besar yang ditunggu realisasinya oleh warga Kota Delta.
”Bersamaan dengan momentum Hari Kereta Api ini, fokus utama kami adalah menyinkronkan fasilitas stasiun dengan perencanaan tata ruang pemda. Selain itu, kami juga terus mengampanyekan budaya tertib di perlintasan sebidang dan bekerja sama dengan Dishub Sidoarjo untuk mengevaluasi atau menutup perlintasan ilegal demi keselamatan bersama,” tuntasnya.












