Bantul, Jatimmandiri.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026.
Pilur serentak di Kabupaten Bantul dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026. Sebanyak 87 calon lurah akan berkompetisi untuk memperoleh dukungan masyarakat.
Agus menegaskan ASN tidak diperbolehkan terlibat dalam aktivitas kampanye maupun memberikan dukungan politik kepada salah satu calon lurah.
“(ASN) tidak boleh terlibat kampanye, itu sudah jelas sesuai Perbup itu ASN tidak boleh,” kata Agus, Kamis (24/9).
Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi keterlibatan ASN dalam kegiatan politik selama tahapan pemilihan lurah. Laporan tersebut dapat disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantul maupun langsung kepada dirinya.
“Sampaikan ke saya, dan saya yang akan langsung menindak atau memperingatkan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.
Menurut Agus, sejumlah aktivitas yang tidak diperbolehkan bagi ASN antara lain mengampanyekan calon lurah, mengikuti agenda kampanye, hingga mengajak atau mengarahkan masyarakat memilih kandidat tertentu.
Meski demikian, ASN tetap memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai program masing-masing calon sebelum menggunakan hak pilihnya.
“Kalau kemudian kita (ASN) diundang acara, namun bukan ikut kampanye itu tidak masalah,” katanya.
ASN, lanjut Agus, diperbolehkan mendengarkan pemaparan program kandidat sepanjang tidak menunjukkan keberpihakan melalui atribut maupun tindakan mengajak masyarakat mendukung calon tertentu.
“Tetapi ya jangan kemudian berfisik membawa slogan, membawa atribut, mengajak, itu enggak boleh, tapi kalau mendengarkan, ya boleh. Kalau tidak tahu programnya bagaimana kita milih,” ujarnya.
Pemkab Bantul juga menyiapkan sanksi bagi ASN yang terbukti melanggar ketentuan netralitas. Jenis sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan diproses melalui Majelis Disiplin.
“Ya nanti kita lihat, kan ada levelnya seperti apa, ada peringatan, ada tahapan-tahapannya. Kita punya Majelis Disiplin,” katanya.












