Jakarta, Jatimmandiri.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (22/9). IHSG berakhir di level 6.277, turun 107,68 poin atau 1,69 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terlihat dari dominasi saham yang terkoreksi. Mengutip RTI Infokom, sebanyak 533 saham berakhir di zona merah, sedangkan 139 saham menguat dan 118 saham lainnya stagnan.
Sepanjang perdagangan, investor melakukan transaksi sebesar Rp14,42 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 33,70 miliar saham.
Pelemahan juga terjadi hampir di seluruh sektor. Dari 11 sektor indeks, sebanyak 10 sektor mengalami penurunan. Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 2,52 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen non primer menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan, yakni 0,23 persen.
Kondisi tersebut terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru bergerak positif. Di Hong Kong, Hang Seng Composite menguat 0,18 persen, sedangkan Shanghai Composite China naik 0,06 persen. Nikkei 225 Jepang menguat 1,38 persen dan Straits Times Singapura naik 1 persen.
Penguatan juga terlihat di pasar saham Eropa. Indeks DAX Jerman naik 0,12 persen, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,09 persen.
Di Amerika Serikat, pergerakan indeks juga didominasi zona hijau. S&P 500 menguat 1,49 persen, NASDAQ Composite naik 2,26 persen, sedangkan Dow Jones meningkat 0,71 persen.
Perbedaan arah tersebut menunjukkan perdagangan saham domestik pada Selasa berada dalam tekanan, meski sentimen positif masih terlihat di sejumlah pasar saham global.












