Jatimmandiri.id- Ikan gurame (Osphronemus goramy) menjadi salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain rasanya yang lezat, permintaan pasar terhadap ikan gurame terus meningkat, sehingga banyak dibudidayakan oleh petani perikanan di berbagai daerah.
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya gurame adalah pemilihan pakan yang tepat. Pakan berkualitas tidak hanya mempercepat pertumbuhan ikan, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh, menekan risiko penyakit, dan menghasilkan panen yang lebih optimal.
Berikut beberapa jenis pakan terbaik yang dapat diberikan kepada ikan gurame.
1. Pelet Berkualitas
Pelet merupakan pakan utama yang paling banyak digunakan dalam budidaya ikan gurame.
Pilih pelet yang mengandung protein sekitar 25–30 persen untuk fase pembesaran. Kandungan nutrisi yang seimbang mampu mempercepat pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan ikan.
Berikan pelet sebanyak 2–3 kali sehari sesuai ukuran dan umur ikan.
2. Daun Talas
Daun talas menjadi pakan alami yang sangat disukai ikan gurame.
Selain mudah diperoleh, daun talas mengandung serat yang baik untuk membantu proses pencernaan ikan. Daun dapat diberikan dalam kondisi segar setelah dibersihkan.
3. Daun Pepaya
Daun pepaya juga sering dimanfaatkan sebagai pakan tambahan.
Kandungan enzim papain di dalamnya dipercaya membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan. Namun, pemberiannya sebaiknya tidak berlebihan karena memiliki rasa pahit.
4. Kangkung
Kangkung merupakan sayuran hijau yang kaya vitamin dan mineral sehingga baik untuk pertumbuhan ikan gurame.
Selain harganya murah, tanaman ini juga mudah dibudidayakan di sekitar kolam.
5. Azolla
Azolla merupakan tanaman air yang memiliki kandungan protein cukup tinggi.
Tanaman ini sering dijadikan pakan alternatif karena dapat mengurangi biaya produksi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
6. Daun Singkong
Daun singkong yang masih muda dapat diberikan sebagai pakan tambahan.
Sebelum diberikan, daun sebaiknya direbus atau dilayukan terlebih dahulu agar teksturnya lebih lunak dan mudah dikonsumsi ikan.
7. Cacing Tanah
Cacing tanah menjadi sumber protein alami yang sangat baik, terutama untuk benih gurame.
Pakan ini membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan pada fase awal pemeliharaan.
8. Maggot Lalat Black Soldier Fly (BSF)
Maggot BSF kini semakin populer sebagai pakan alternatif karena kandungan proteinnya yang tinggi.
Selain mendukung pertumbuhan ikan, maggot juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan sebagian pakan komersial.
9. Daun Kangkung Air dan Tumbuhan Air Lainnya
Selain kangkung darat, gurame juga menyukai berbagai tanaman air yang masih segar.
Pakan hijauan ini dapat menjadi pelengkap nutrisi sekaligus membantu menekan biaya operasional budidaya.
10. Pakan Fermentasi
Sebagian petambak mulai memanfaatkan pakan fermentasi berbahan dedak, ampas tahu, atau bahan organik lainnya.
Proses fermentasi membantu meningkatkan kandungan nutrisi sehingga lebih mudah dicerna oleh ikan.
Tips Memberikan Pakan Ikan Gurame
Agar hasil budidaya lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Berikan pakan sesuai umur dan ukuran ikan.
- Hindari pemberian pakan secara berlebihan karena dapat mencemari air kolam.
- Berikan pakan secara teratur pada waktu yang sama setiap hari.
- Kombinasikan pelet dengan pakan alami agar nutrisi lebih seimbang.
- Pantau nafsu makan ikan sebagai indikator kesehatannya.
Kandungan Nutrisi yang Dibutuhkan Gurame
Untuk mendukung pertumbuhan optimal, ikan gurame membutuhkan beberapa nutrisi penting, yaitu:
- Protein untuk pertumbuhan otot.
- Karbohidrat sebagai sumber energi.
- Lemak dalam jumlah seimbang.
- Vitamin A, C, D, dan E.
- Mineral seperti kalsium dan fosfor.
- Serat dari hijauan untuk membantu sistem pencernaan.
Pemenuhan nutrisi yang tepat akan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Peternak
Masih banyak pembudidaya yang melakukan kesalahan saat memberi pakan, antara lain:
- Memberikan pakan terlalu banyak.
- Menggunakan pelet berkualitas rendah.
- Tidak memperhatikan kandungan protein sesuai fase pertumbuhan.
- Jarang membersihkan sisa pakan di kolam.
- Tidak mengombinasikan pakan buatan dengan pakan alami.
Kesalahan tersebut dapat memperlambat pertumbuhan ikan, menurunkan kualitas air, hingga meningkatkan risiko penyakit.












