Kediri, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga populasi sekaligus mendongkrak kualitas mangga podang khas Lereng Gunung Wilis.
Upaya ini semakin digencarkan seiring resminya komoditas hortikultura unggulan Kota Tahu tersebut mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengungkapkan, langkah pemeliharaan keberadaan mangga podang dilakukan melalui pengadaan bibit peremajaan tanaman secara bertahap serta pemberian edukasi berkelanjutan kepada para petani.
“Kami juga terus mengedukasi petani untuk menjaga kualitas dari mangga podang itu. Dengan menjaganya melakukan peremajaan secara kontinu dan menjaga kualitas buahnya,” kata Dewi, Minggu (20/9/2026).
Dewi menjelaskan, cita rasa manis segar serta tekstur khas mangga podang berciri kulit kuning kemerahan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geologis tanah di kawasan lereng Gunung Wilis.
Karakteristik ini sulit disamai oleh mangga yang ditanam di luar kawasan sentra seperti Kecamatan Tarokan dan Banyakan.
Oleh karena itu, Pemkab Kediri menekankan pentingnya menjaga proses pematangan alami tanpa perlakuan booster kimiawi secara berlebihan.
Adapun sertifikat IG Mangga Podang Lereng Wilis tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan diterima oleh Wabup Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, usai melalui serangkaian tahapan permohonan hingga pemeriksaan substantif.
Dengan diterimanya pengakuan hukum tersebut, Pemkab Kediri optimistis daya saing dan nilai ekonomi komoditas ini akan melonjak tajam hingga menembus ritel modern.
“Mangga podang ke depannya bisa diproduksi semakin banyak dan mempercantik kemasan, tak kalah penting juga bagaimana kita menjaga lahan,” jelasnya.
“Harganya diharapkan juga bisa bersaing dengan mangga-mangga yang ada di supermarket-supermarket,” tambah Dewi.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kediri Eko Setiyono menegaskan bahwa potensi ekonomi mangga podang berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia pun meminta warga untuk aktif melindungi kawasan produksi.
“Kami minta kepada masyarakat untuk bisa mengamankan terutama lahan, pohon, perlakuannya dan sebagainya supaya kualitasnya tetap terjaga,” tandas dia.












