Nganjuk, Jatimmandiri.id – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Nglundo di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, menjadi angin segar bagi para petani bawang merah setempat.
Pasalnya, koperasi ini hadir memberikan kepastian harga dengan membeli hasil panen petani di atas rata-rata harga pasar atau tengkulak.
Di saat harga bawang merah di tingkat pasar bebas sering mengalami fluktuasi tajam, khususnya saat panen raya yang berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp18.000 per kilogram, KDKMP Nglundo berani menyerap hasil panen warga dengan nilai yang jauh lebih menguntungkan.
“Khususnya KDKMP Nglundo Nganjuk membeli bawang merah hasil panen petani setempat dengan harga Rp 2.000 per kilogram lebih tinggi dari harga tengkulak,” ujar Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao de Sousa Mota, Minggu (20/9/2026).
Joao menambahkan, KDKMP Nglundo juga telah mengoptimalkan armada operasional berupa mobil pikap dan motor bak roda tiga untuk mengangkut hasil pertanian langsung dari lahan.
“Inilah yang disebut KDKMP sebagai patron (pelindung dan penggerak, red) petani, bahkan sejak awal masa tanam,” kata dia.
Tak hanya fokus pada komoditas bawang, KDKMP tetap konsisten menyediakan berbagai kebutuhan pokok warga dan petani, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi, gas LPG 3 kilogram, hingga minyak goreng MinyaKita.
Selain menguntungkan para petani, KDKMP Nglundo turut membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar, terutama kaum perempuan dan ibu-ibu rumah tangga.
Mereka dilibatkan langsung dalam proses penimbangan hingga pengemasan bawang merah sebelum didistribusikan ke pasaran.
Dampak positif ini dirasakan langsung oleh Jumini, warga Desa Nglundo yang kini mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas operasional koperasi tersebut.
“Sambil kerja di sawah, sambil bantuin KDKMP biar lancar. Senang alhamdulillah, tambah pemasukan buat dapur,” ungkap Jumini.
Melalui ekosistem yang terintegrasi ini, KDKMP Nglundo membuktikan peran strategisnya sebagai pilar penguat ekonomi perdesaan, sekaligus pelindung kesejahteraan petani lokal di Kota Angin.












