Jogja

Bupati Sleman Minta PSS Berbenah agar Tak Kecewakan Suporter

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Bupati Sleman Minta PSS Berbenah agar Tak Kecewakan Suporter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SLEMAN, Jatim Mandiri – Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta manajemen PSS Sleman segera berbenah dan meningkatkan prestasi pada kompetisi Super League 2026/2027. Performa tim dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan positif antara klub dan suporter sekaligus menciptakan situasi yang kondusif selama kompetisi.

Pesan tersebut disampaikan Harda saat penandatanganan komitmen bersama menjaga situasi kondusif selama Super League 2026/2027 di Mabes Polda DIY, Sleman, Rabu (16/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Yang paling penting, saya minta dan mengingatkan manajemen agar berprestasi,” kata Harda.

Menurutnya, salah satu sumber kekecewaan suporter PSS, baik Brigata Curva Sud (BCS), Slemania maupun Sleman Fans, berkaitan dengan performa klub yang dinilai belum sesuai harapan. Karena itu, peningkatan prestasi PSS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga suasana sepak bola di Sleman tetap aman dan kondusif.

Harda juga menyinggung keberadaan dua klub asal DIY yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selain PSS Sleman, ada PSIM Yogyakarta yang juga diharapkan mampu mengangkat nama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui prestasi di kompetisi musim ini.

“Saya minta betul-betul prestasi klub harus ditingkatkan sehingga performanya PSS maupun PSIM dalam Liga 1 betul-betul bisa membawa nama harum DIY,” ujarnya.

Harda menilai prestasi klub dan perilaku suporter memiliki kaitan dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat. Ia berharap dukungan suporter tetap diberikan dengan menjunjung sportivitas dan tidak berkembang menjadi gesekan antarkelompok.

“Kalau sudah seperti ini, suporter bagus, klubnya berprestasi, insya Allah di Jogja akan damai-damai saja,” kata Harda.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta seluruh suporter menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama. Penandatanganan komitmen tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan selama kompetisi berlangsung.

Baca Juga  Ada Kecup Lipstik di Jersey Persebaya, Simbol Sepak Bola Makin Inklusif

“Saya mohon izin, mohon berkenan mengingatkan lagi, utamanya para suporter agar apa yang ditanda tangani hari ini betul-betul tulus dari hati yang murni,” ujarnya.

Harda juga mengajak PSS dan PSIM beserta kelompok suporternya membangun rivalitas yang sehat. Persaingan antarklub, menurut dia, merupakan bagian dari dinamika sepak bola, tetapi tidak seharusnya berubah menjadi konflik.

“Rivalitas dalam suporter itu baik, tapi jangan yang seperti-seperti kemarin, sehingga timbul gesekan-gesekan,” katanya.

Ia berharap komitmen bersama tersebut menjadi pijakan seluruh pihak untuk menjaga keamanan selama Super League 2026/2027. Manajemen klub diminta fokus memperbaiki performa tim, sedangkan suporter diharapkan tetap mendukung klub dengan cara yang sportif.

Dengan demikian, kompetisi sepak bola di DIY tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi di lapangan, tetapi juga dapat berlangsung dalam suasana aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *