PEKALONGAN, Jatim Mandiri – Pemerintah Kota Pekalongan bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan memperkuat deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan. Skrining menyasar warga binaan sekaligus petugas rutan sebagai langkah mencegah penularan penyakit yang mudah menyebar melalui udara tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam memutus potensi penularan TBC. Warga binaan juga diminta lebih peduli terhadap kebersihan serta mengenali gejala yang muncul sejak awal.
“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan TBC. Kami mengajak warga binaan menjaga kebersihan, mengenali gejala, dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan yang mengarah pada TBC,” kata Puji di Pekalongan, Selasa.
Kegiatan tersebut tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan dasar dan skrining TBC. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penyakit menular, mulai dari gejala, cara penularan, langkah pencegahan hingga pentingnya menjalani pemeriksaan dan pengobatan sampai tuntas.
Dari skrining TBC dan pemeriksaan radiologi terhadap 200 peserta, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menemukan 15 orang yang masuk kategori suspek TBC. Rinciannya, empat orang teridentifikasi pada hari pertama pemeriksaan dan 11 orang pada hari kedua.
Temuan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Tes Molekuler Cepat (TMC). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi peserta yang terindikasi suspek sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai hasil pemeriksaan.
Puji menegaskan skrining menjadi penting karena lingkungan rutan memiliki karakteristik khusus dengan banyak orang berada dalam satu kawasan. Dengan deteksi lebih awal, warga yang memiliki indikasi TBC dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan sehingga risiko penularan bisa ditekan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan Nanang Adi Susanto mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian penyakit menular.
“Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung program pemerintah. Kami berharap melalui deteksi dini ini, potensi penularan TBC dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Nanang, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau selama menjalani masa pembinaan. Pemeriksaan secara berkala diharapkan dapat membantu menemukan penyakit lebih cepat dan mencegah masalah kesehatan berkembang lebih serius.
Dengan adanya skrining dan pemeriksaan lanjutan, Pemkot Pekalongan dan Rutan Kelas IIA Pekalongan berharap pengendalian TBC di lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan lebih optimal. Edukasi kepada warga binaan juga terus didorong agar mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan, mengenali gejala serta segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan yang mengarah pada TBC.












