Blitar, Jatimmandiri.id – Mengantisipasi potensi penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah tetangga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengambil langkah responsif dengan menerjunkan personel gabungan ke kawasan Sirahkencong.
Penjagaan ketat ini dilakukan agar kobaran api yang melalap kawasan Malang tidak merembet ke wilayah Blitar.
Musibah karhutla skala besar tersebut terpantau menerjang kawasan Gunung Butak hingga Gunung Kawinajang di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Hingga Minggu (13/9/2026) malam, amukan si jago merah diperkirakan telah melahap area seluas 478 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menegaskan bahwa meskipun posisi titik api secara administratif berada di wilayah Kabupaten Malang, pihaknya memilih bersiaga penuh untuk memitigasi risiko.
”Untuk kebakaran sudah terjadi beberapa waktu lalu, namun lokasi titik api berada pada kawasan Kabupaten Malang. Ini kami siaga kejadian tersebut melalui kawasan Sirahkencong,” ujar Wahyudi, Selasa (15/9/2026).
Sebagai tindakan preventif, armada dan tim gabungan sudah digeser ke kawasan Sirahkencong sejak Minggu malam.
Para personel disiagakan untuk mengintensifkan pemantauan visual serta menyiapkan skenario pemadaman cepat apabila pergerakan api mulai mendekati batas wilayah Blitar.
”Sejak Minggu malam sudah menuju ke Sirahkencong, masuk wilayah Blitar. Maka dari itu kami siaga penanganan,” jelasnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Blitar terus menjalin koordinasi erat secara lintas instansi guna memantau perkembangan situasi di lapangan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat maupun pekerja yang berada di sekitar kawasan Sirahkencong untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mendeteksi adanya titik api baru atau kepulan asap mencurigakan.












