Intisari Berita:
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 200 mahasiswa Angkatan V sekaligus mewisuda 305 lulusan perdana beasiswa AMN Surabaya.
- Program beasiswa Kemendikti Saintek ini melibatkan empat PTN terkemuka di Surabaya: Unair, ITS, Unesa, dan UPN Veteran Jawa Timur.
- AMN Surabaya diposisikan sebagai kawah candradimuka perajut kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045 dengan mahasiswa berprestasi dari 34 provinsi.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengukuhkan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus melepas Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. Agenda khidmat bertajuk “Simfoni Kebinekaan” tersebut digelar di Surabaya pada Sabtu (12/9/2026).
Didampingi Ketua Senat Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya, Gubernur Khofifah menandai prosesi pengukuhan penghuni baru lewat penyematan jas almamater kepada empat mahasiswa perwakilan dari Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan UPN “Veteran” Jawa Timur.
Sebanyak 305 mahasiswa menuntaskan studinya pada wisuda perdana ini, terdiri atas 124 lulusan asal UPN Veteran Jawa Timur, 85 lulusan Unesa, 50 lulusan ITS Surabaya, serta 46 lulusan Unair. Sebagian wisudawan berhalangan hadir langsung karena telah melanjutkan studi S2 dengan beasiswa maupun langsung terserap ke dunia kerja.
Menyemai Karakter Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi tinggi kiprah para wisudawan dan mahasiswa binaan AMN Surabaya. Menurutnya, asrama ini bukan sekadar hunian perkuliahan, melainkan medium pemersatu pemikiran pemuda Nusantara.
“Alhamdulillah kita hari ini melepas 305 mahasiswa AMN Surabaya, namun tidak semua bisa hadir karena ada yang sudah mendapat beasiswa S2 dan telah bekerja. Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke,” tutur Khofifah.
Khofifah menambahkan, penanaman nilai kebangsaan menjadi bekal fundamental bagi kemajuan bangsa ke depan.
“Mahasiswa AMN Surabaya luar biasa. Mereka telah dididik, dibina, dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi penguat, fondasi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia Emas 2045,” sambung Gubernur Jatim.
Kawah Candradimuka Penjaga Integrasi Bangsa
Pandangan senada disampaikan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI), Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Imam Sugianto. Ia menilai AMN Surabaya memikul mandat krusial dalam memperkukuh ketahanan nasional.
“AMN Surabaya adalah kawah candradimuka yang mengusung misi besar untuk merawat ketahanan sosial dan integrasi bangsa sejak dini. Hari ini adalah satu momentum untuk menyambut generasi baru, satu langkah untuk melepas mereka yang telah bertumbuh, satu komitmen untuk meneruskan perjalanan,” ungkap purnawirawan jenderal polisi bintang tiga tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Badri Munir Sukoco, menitipkan empat prinsip moral dan intelektual bagi seluruh mahasiswa AMN Surabaya.
“Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan,” pesan Badri Munir.
Potret Sebaran dan Prestasi Angkatan V Tahun 2026
Pada Angkatan V Tahun 2026, sebanyak 200 mahasiswa terpilih resmi menjadi penghuni baru AMN Surabaya. Alokasi penerima beasiswa ini terdistribusi merata di empat perguruan tinggi negeri mitra, yakni:
- UPN “Veteran” Jawa Timur: 50 mahasiswa
- Universitas Airlangga (Unair): 50 mahasiswa
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 50 mahasiswa
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa): 50 mahasiswa
Para penerima beasiswa Angkatan V ini merupakan mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik pada level nasional hingga internasional. Mereka datang merepresentasikan 34 provinsi di Indonesia, dengan empat provinsi yang tercatat belum memiliki perwakilan pada angkatan ini, yaitu Sulawesi Tenggara, D.I. Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.
Sebagai program strategis yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, AMN Surabaya terus menjadi simpul kolaborasi empat kampus negeri besar di Surabaya dalam membentuk intelektual muda yang berkarakter kebinekaan utuh.












