Surabaya, Jatimmandiri.id- Elena Rybakina berhasil bangkit dan menyingkirkan Coco Gauff pada semifinal US Open 2026. Petenis Kazakhstan itu menang 3-6, 6-4, 6-4 dalam pertandingan sengit yang berlangsung Kamis malam waktu setempat.
Kemenangan tersebut mengantarkan Rybakina ke final US Open untuk pertama kalinya. Ia akan menghadapi Aryna Sabalenka pada partai puncak yang mempertemukan dua pemain papan atas tenis putri dunia.
Rybakina sebenarnya sudah memastikan diri menggusur Sabalenka dari posisi nomor satu dunia pada pekan depan. Kini, ia berpeluang merebut trofi US Open yang dalam dua edisi sebelumnya berhasil dimenangkan Sabalenka.
Sabalenka lebih dahulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan Jessica Pegula dengan skor 7-5, 6-2 pada semifinal pertama. Petenis Belarusia tersebut tampil dominan, terutama pada set kedua setelah persaingan berlangsung cukup ketat pada set pembuka.
“Saya tidak punya keluhan. Saya sangat senang bisa mengeluarkan permainan seperti ini,” ujar Sabalenka seusai pertandingan.
Rybakina Bangkit Setelah Kalah di Set Pertama
Menghadapi Gauff, Rybakina sempat kesulitan pada awal pertandingan. Gauff langsung bermain agresif dan mampu mengandalkan servisnya untuk menguasai set pertama.
Gauff mencatat empat ace berbanding satu milik Rybakina. Padahal, Rybakina merupakan pemain dengan catatan ace terbanyak di WTA Tour.
Gauff akhirnya merebut set pertama dengan skor 6-3 dalam waktu 38 menit.
Rybakina kemudian mengubah permainan pada dua set berikutnya. Ia meningkatkan agresivitas dan mampu menjaga konsistensi hingga akhirnya merebut set kedua 6-4.
Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat dalam duel ketat. Gauff berusaha mengejar dan menjaga peluangnya, tetapi Rybakina mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup pertandingan dengan skor 6-4.
“Saya menarik napas dalam-dalam dan berusaha berbicara positif kepada diri sendiri. Saya mengatakan bahwa saya harus berjuang dan mencoba menunjukkan permainan terbaik,” kata Rybakina.
Rybakina Kembali Berpeluang Jadi Juara Grand Slam
Rybakina datang ke US Open 2026 dengan modal kuat setelah memenangkan Australian Open pada awal tahun. Performa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanannya menuju posisi nomor satu dunia.
Petenis unggulan kedua itu juga berhasil memanfaatkan hasil kurang maksimal Sabalenka sepanjang musim panas untuk memperkecil jarak dalam perebutan peringkat teratas WTA.
Rybakina hanya membutuhkan tiket semifinal US Open untuk memastikan dirinya menggantikan Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia. Sabalenka sebelumnya telah menduduki posisi tersebut selama 99 pekan berturut-turut.
Menariknya, Rybakina juga pernah mengalahkan Sabalenka di Australian Open. Pada final US Open nanti, ia berpeluang meraih gelar Grand Slam ketiganya.
Sementara itu, Sabalenka memiliki motivasi besar untuk mempertahankan dominasinya di Flushing Meadows. Ia memburu gelar US Open ketiga secara beruntun.
Jika berhasil, Sabalenka akan menjadi petenis pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang mampu menjuarai US Open tiga tahun berturut-turut.
Sabalenka Terlalu Kuat untuk Pegula
Saat menghadapi Pegula, Sabalenka tampil sangat agresif. Ia mampu memanfaatkan servis kedua lawannya dengan baik dan memenangkan 14 dari 19 poin ketika Pegula melakukan servis kedua.
Sabalenka juga mencatat 29 winner, jauh lebih banyak dibandingkan Pegula yang hanya menghasilkan 12 winner.
Meski demikian, Pegula sempat memberikan perlawanan kuat pada set pertama. Kedua pemain masih berimbang hingga kedudukan 4-4 setelah pertandingan berjalan sekitar 25 menit.
Sabalenka bahkan sempat menunjukkan rasa frustrasi setelah beberapa pukulannya gagal menghasilkan poin. Namun, situasi berubah ketika pertandingan memasuki kedudukan 6-5.
Sabalenka kemudian melepaskan pukulan backhand winner, disusul kesalahan forehand Pegula. Satu winner berikutnya membawa Sabalenka mendapatkan set point sebelum akhirnya mengamankan set pertama.
Memasuki set kedua, Sabalenka semakin sulit dihentikan. Ia terus menekan dan akhirnya menang 6-2 sekaligus mengamankan tiket ke final.
Sabalenka kini telah mencatat 19 kemenangan beruntun di US Open sejak kalah dari Gauff pada final 2023.
Final US Open 2026 antara Rybakina dan Sabalenka pun menjadi duel yang sangat menarik. Rybakina datang dengan ambisi merebut kembali posisi puncak sekaligus mengejar gelar Grand Slam ketiga, sedangkan Sabalenka bertekad mempertahankan mahkota US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun.












