OlahragaTak Berkategori

Petenis Cantik Elena Rybakina Tembus Semifinal US Open dan Rebut Peringkat 1 Dunia

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Petenis Cantik Elena Rybakina Tembus Semifinal US Open dan Rebut Peringkat 1 Dunia

Sebarkan artikel ini
Elena Rybakina tembus semifinal US Open 2026.
Example 468x60

Jatimmandiri.id— Petenis cantik Elena Rybakina memastikan langkahnya ke semifinal US Open 2026 sekaligus mencatat pencapaian besar dalam kariernya. Petenis asal Kazakhstan tersebut dipastikan akan menjadi peringkat satu dunia WTA setelah mengalahkan Zheng Qinwen dalam pertandingan perempat final, Rabu.

Rybakina harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan atas Zheng. Ia sempat kehilangan set pertama dengan skor 3-6, tetapi mampu bangkit dan mengamankan dua set berikutnya dengan kemenangan 6-1, 6-4.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hasil tersebut memastikan Rybakina naik ke posisi puncak peringkat WTA. Ia akan menggeser Aryna Sabalenka yang telah menduduki posisi nomor satu dunia selama 99 pekan.

Apa pun hasil pertandingan yang tersisa di US Open, Rybakina tetap akan menjadi petenis nomor satu dunia ketika daftar peringkat WTA terbaru dirilis pada Senin, 14 September 2026.

“Ini hanya sebuah angka untuk saat ini. Tentu saja, saya sudah berada di semifinal dan target saya adalah memenangkan turnamen,” kata Rybakina.

Menurut Rybakina, menjadi petenis nomor satu dunia merupakan pencapaian luar biasa. Namun, ia menyadari posisi dalam peringkat tenis dapat berubah dengan cepat sehingga fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi dan mempersiapkan pertandingan berikutnya.

Rybakina Jadi Salah Satu Petenis Tertua Saat Debut sebagai Nomor 1

Pada usia 27 tahun, Rybakina menjadi petenis putri tertua kedua yang baru pertama kali mencapai peringkat nomor satu dunia dalam sejarah WTA.

Catatan tersebut hanya berada di bawah Angelique Kerber yang mencapai posisi puncak untuk pertama kalinya pada usia 28 tahun.

Rybakina mencapai peringkat nomor satu pada usia 27 tahun 89 hari. Sementara itu, Simona Halep menempati posisi tersebut untuk pertama kali pada usia 26 tahun 12 hari dan Jennifer Capriati pada usia 25 tahun 200 hari.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Resmikan RICH Pakal, 600 Anak Antusias Ikuti Kelas Bahasa Inggris Gratis

Sempat Kesulitan Menghadapi Kondisi Lapangan

Pertandingan Rybakina dan Zheng dijadwalkan berlangsung sekitar delapan jam setelah Ben Shelton menyelesaikan pertandingan melawan juara bertahan Carlos Alcaraz pada pukul 03.33 dini hari.

Pertandingan tersebut menjadi laga yang berakhir paling larut dalam sejarah US Open.

Rybakina mengaku mengalami kesulitan pada awal pertandingan karena kondisi matahari dan bayangan di Arthur Ashe Stadium. Sebelumnya, ia lebih banyak menjalani pertandingan pada waktu yang lebih sore.

Situasi tersebut dimanfaatkan Zheng untuk mengambil kendali. Petenis China itu berhasil merebut satu-satunya servis Rybakina dalam pertandingan dan unggul 5-3 pada set pertama sebelum akhirnya mengamankan set tersebut dengan skor 6-3.

Namun, Rybakina segera menemukan kembali permainan terbaiknya. Ia tampil dominan pada set kedua dan hanya membutuhkan 38 menit untuk menyamakan kedudukan melalui kemenangan 6-1.

Memasuki set penentuan, persaingan kembali berlangsung ketat. Zheng memiliki sejumlah peluang, tetapi tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Kesalahan ganda yang dilakukan Zheng membuat Rybakina unggul 5-4.

Rybakina kemudian menyelesaikan pertandingan melalui servisnya sendiri dan memastikan tiket ke semifinal US Open untuk pertama kalinya.

Zheng Qinwen Bangkit dari Kualifikasi

Bagi Zheng, perjalanan di US Open tahun ini tetap menjadi catatan positif. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut bahkan harus mengikuti babak kualifikasi untuk menembus undian utama.

Cedera siku dan operasi yang dijalaninya membuat peringkat Zheng merosot hingga posisi ke-121 dunia. Sebelumnya, ia pernah menempati peringkat keempat dunia.

Meski tersingkir di perempat final, Zheng dipastikan kembali masuk jajaran 60 besar dunia.

Perjalanannya menuju delapan besar juga tidak mudah. Pada babak ketiga, Zheng mampu bangkit dari ketertinggalan 0-5 di set ketiga saat menghadapi Madison Keys.

Baca Juga  Lionel Messi Kembali Berlatih Bersama Inter Miami, Belum Dipastikan Tampil Lawan Columbus Crew

Ia kembali menunjukkan mental kuat pada babak keempat ketika menghadapi unggulan kedelapan, Iga Swiatek. Zheng sempat tertinggal 0-5 pada set pertama, tetapi berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.

Namun, perjuangannya harus berakhir di tangan Rybakina.

“Saya mendapatkan banyak peluang pada set ketiga, tetapi tidak mampu memanfaatkannya. Tentu mengecewakan harus kalah dalam pertandingan ini. Namun, saya tetap bisa mengambil banyak hal positif dari perjalanan saya di US Open tahun ini,” ujar Zheng.

Rybakina Tantang Coco Gauff di Semifinal

Pada semifinal, Rybakina akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, yang berhasil melaju ke empat besar setelah melewati pertandingan sengit.

Di semifinal lainnya, Aryna Sabalenka akan berhadapan dengan petenis Amerika Serikat sekaligus unggulan ketiga, Jessica Pegula.

Rybakina sendiri datang ke US Open dengan situasi yang cukup jelas. Ia hanya perlu mencapai semifinal untuk memastikan dirinya melewati Sabalenka dalam peringkat WTA.

Jika Rybakina tersingkir sebelum semifinal, Sabalenka, Pegula, atau Gauff masih memiliki peluang merebut posisi nomor satu dunia dengan syarat menjadi juara US Open.

Kini, Rybakina telah mencapai target tersebut. Namun, petenis berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa fokusnya bukan sekadar mengejar peringkat.

Target berikutnya adalah mengangkat trofi US Open 2026.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *