Jember, Jatimmandiri.id – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Jember dalam lima hari terakhir mendorong pemerintah daerah mencari solusi agar keterlambatan pasokan BBM tidak terus berulang. Salah satunya dengan membuka jalur pasokan alternatif dari sejumlah daerah.
Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajahmada dan Gebang, Selasa (8/9/2026) malam. Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi distribusi dan ketersediaan BBM.
Menurut Gus Fawait, gangguan pasokan salah satunya dipicu hambatan lalu lintas di jalur utama distribusi dari Banyuwangi. Perbaikan jalan maupun kemacetan membuat pengiriman terlambat dan berimbas pada antrean panjang.
“Setiap ada hambatan seperti perbaikan jalan atau kemacetan di rute pengiriman, distribusi BBM kita langsung terdampak hingga memicu antrean kendaraan,” ujar Gus Fawait.
Untuk jangka pendek, Pemkab Jember bersama pihak terkait menambah pasokan agar antrean segera terurai. Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah berkoordinasi dengan pimpinan Pertamina di Jakarta guna membuka kemungkinan pasokan dari Surabaya, Malang, atau daerah lain.
“Jangan sampai kita hanya bergantung pada satu jalur. Kita akan mencari alternatif pasokan sehingga ketika ada gangguan di satu wilayah, kebutuhan BBM di Jember tetap bisa dipenuhi,” katanya.
Pemkab juga mendorong pembangunan SPBU baru di sejumlah kecamatan yang belum memiliki fasilitas tersebut dengan mengundang investor.
“Kami akan mengajak para pelaku usaha dan pemilik modal untuk berinvestasi membangun SPBU di kecamatan-kecamatan yang belum terlayani,” kata Gus Fawait.
Sementara itu, Yudi (35), pekerja ojol, mengaku harus mengatur waktu membeli Pertalite pada malam hari karena antrean. “Untuk antri ini memakan waktu sekitar 30 menit kalau saya harus beli pagi hari ya akan mengganggu aktifitas kerja untuk layanan ke pelanggan,” ujarnya.
Ia berharap sidak tersebut segera menghasilkan solusi agar antrean BBM tidak kembali terjadi.












