Surabaya, Jatim Mandiri
Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang dilakukan di ketinggian 7.000–10.000 kaki ini menggunakan 800 kilogram natrium klorida untuk mengurangi risiko karhutla dan kekeringan, Selasa (8/9).
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, waktu dan lokasi penyemaian awan ditentukan berdasarkan kondisi atmosfer serta ketersediaan awan potensial. Pemantauan dan rekomendasi BMKG menjadi dasar pelaksanaan operasi.
Berdasarkan data Automatic Rain Gauge, hujan berintensitas ringan hingga sedang terpantau di 11 titik pada enam kabupaten. Enam daerah tersebut adalah Lumajang, Banyuwangi, Malang, Jember, Trenggalek, dan Pacitan.
Sebaran hujan terbanyak tercatat di Kabupaten Lumajang. Hujan sedang terpantau di Pronojiwo, sedangkan hujan ringan terjadi di Pasrujambe, Pasirian, dan Jokarto.
Hujan ringan juga terpantau di Lidjen Jambu dan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, serta Sitiarjo dan Dampit, Kabupaten Malang. Titik lainnya berada di Panti, Kabupaten Jember; Trenggalek; dan Sudimoro, Kabupaten Pacitan.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan melalui kolaborasi Pemprov Jatim, Kementerian Kehutanan, dan BMKG.
“Ketika dinilai potensial, kondisi tersebut dioptimalkan melalui OMC untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran,” ujar Khofifah sebagaimana dikutip detik.com.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Jatim, empat operasi telah dilaksanakan selama 3–6 September dengan menyebarkan 3.200 kilogram natrium klorida. Wilayah sasarannya meliputi Malang, Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.
OMC menjadi salah satu bagian penanganan karhutla dan kekeringan. Upaya tersebut tetap disertai distribusi air bersih, penyediaan tandon, optimalisasi sumber air, penguatan deteksi dini, patroli kawasan rawan, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan.
Pelaksanaan operasi berikutnya dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan potensi awan berdasarkan pemantauan dan rekomendasi BMKG. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (*/ibn)












