Grobogan, Jatimmandiri.id – Petugas gabungan dari TNI dan Polri menggelar razia di Lapas Kelas IIB Purwodadi, Sabtu (23/5/2026), guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
Razia yang dipimpin langsung Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, tersebut menyasar kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan.
Beberapa barang yang diamankan di antaranya sendok logam, paku, amplas, tali, hingga uang logam. Seluruh temuan langsung disita untuk mencegah penyalahgunaan di dalam lapas.
Meski demikian, dalam razia tersebut petugas memastikan tidak ditemukan handphone maupun narkoba, sehingga kondisi lapas dinilai masih aman dan terkendali.
Razia dilakukan di tengah kondisi Lapas Purwodadi yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Tercatat, jumlah penghuni mencapai 323 orang, terdiri dari 311 laki-laki dan 12 perempuan.
Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
“Razia ini untuk memastikan situasi tetap kondusif. Kami juga memberikan pembinaan kepada warga binaan agar mematuhi aturan selama menjalani masa pidana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi over kapasitas terjadi akibat banyaknya kiriman narapidana dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Surakarta, Kudus, Demak, dan Jepara.
Pihaknya juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan upaya penyelundupan barang terlarang, khususnya handphone dan narkoba.
Meski menghadapi overcrowding, pelayanan terhadap warga binaan tetap berjalan optimal. Layanan kesehatan, misalnya, didukung oleh empat tenaga paramedis serta satu dokter dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.












