Dalam Negeri

Asap Karhutla Mengancam, Menag Ajak Bersatu

×

Asap Karhutla Mengancam, Menag Ajak Bersatu

Sebarkan artikel ini
Menag Nasaruddin Umar (tengah) didampingi MenPPA Arifatul Choiri Fauzi, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, serta sejumlah Pejabat Kemenag lainnya dalam peluncuran Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat bersama-sama memerangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama asap yang mengancam kesehatan manusia sekaligus kelestarian lingkungan.

“Mari kita menjadikan asap itu sebagai musuh bersama,” ujar Menag saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional di Jakarta, Rabu (26/08).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menag mengatakan kabut asap akibat pembakaran hutan tidak hanya mengganggu aktivitas dan pernapasan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, terutama bagi kelompok yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

Menurutnya persoalan karhutla perlu dilihat tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kehidupan manusia. Karena itu, masyarakat perlu bersama-sama menghentikan kebiasaan merusak lingkungan demi membuka lahan.

Menag mengaitkan upaya mencegah karhutla dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga alam. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang tindakan merusak alam.

Ia mengutip hadis Rasulullah mengenai pentingnya menanam dan menjaga pepohonan sebagai bagian dari upaya merawat bumi.

“Seandainya dunia ini besok pasti kiamat, tetaplah kalian menanam pohon,” tegas Menag.

Menag menilai pesan tersebut relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, ketika kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia. Menurutnya, pembukaan lahan dengan membakar pepohonan justru merusak ekosistem dan mengurangi kualitas udara.

“Nasihatilah saudara-saudara kita agar kita jangan membiasakan membersihkan atau membuka kebun-kebun dengan membakar pepohonan, sebab itu akan merusak oksigen, merusak alam, merusak paru-paru bumi,” kata dia.

Dalam peringatan Maulid Nabi ini Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah: Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan”, acara tersebut menjadi momentum penting tidak hanya untuk penguatan spiritual umat, tetapi juga penegasan sikap pelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga  Kebakaran Bromo Capai 70 Hektare

Sebagai pembuka rangkaian, Kemenag turut menggelar Peringatan Maulid dan Ijazah Kubro Dalail Khairat. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan mengajak jutaan umat untuk berselawat serentak.

Gerakan ini menargetkan partisipasi 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia, sebuah angka yang dipilih sebagai simbol historis Hari Kemerdekaan RI. Selain itu, diluncurkan pula estafet Ngaji Sirah Nabawi bersama para ulama selama tujuh hari untuk mendalami sejarah hidup dan perjuangan Rasulullah secara utuh.

“Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memperbanyak shalawat melalui pembacaan Dalail Khairat, dengan semangat bershalawat untuk negeri meneladani sirah Nabi,” kata Abu Rokhmad.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dalam Negeri

Jakarta, Jatimmandiri.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda. Itu setelah Gatot ditetapkan…