Kediri, Jatimmandiri.id – Sebanyak 204 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Turnamen Tenis Wali Kota Cup Kota Kediri yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026).
Turnamen yang diikuti 102 pasangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajang ini mempertandingkan empat kategori. Yakni, KU 90 Putra, KU 110 Putra, KU 120 Putra, serta KU 100 Putri, dengan total hadiah mencapai Rp44 juta.
Ketua Pelti Kota Kediri, Agusdien Farid, mengatakan peserta datang dari berbagai wilayah, di antaranya Sumatera Utara, Palembang, Kalimantan hingga Papua.
Bahkan, sejumlah mantan atlet nasional dan mantan pemain PON turut meramaikan kompetisi.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme terhadap turnamen tersebut cukup besar.
“Hal itu terlihat meski pelaksanaan Wali Kota Cup bertepatan dengan sejumlah kejuaraan tenis yang digelar di daerah lain,” tutur Agusdien.
Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi dengan format tujuh game yang mengacu pada ketentuan International Tennis Federation (ITF).
Ketua panitia, Arief Cholisudin, menjelaskan pertandingan tersebar di empat lokasi dengan total delapan lapangan.
“Selain menjadi sarana kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpemain sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Kota Kediri,” jelas Arief.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang hadir bersama Wakil Wali Kota Qowimudin Toha memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan turnamen.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah memberikan manfaat lebih luas bagi Kota Kediri.
Vinanda menilai event olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.
Para peserta yang datang dari luar kota umumnya turut membawa keluarga maupun pendamping sehingga membutuhkan berbagai layanan selama berada di Kediri.
“Ketika peserta datang bersama keluarga, tentu mereka membutuhkan hotel, kuliner, transportasi, dan juga oleh-oleh. Ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat sport tourism Kota Kediri,” ujar Vinanda.
Sementara itu, Agusdien Farid menyebut pemilihan kategori senior dalam turnamen perdana ini menjadi langkah awal untuk membangun kembali gairah olahraga tenis di Kota Kediri sekaligus memperluas jaringan silaturahmi antarpemain.
Ke depan, Pelti Kota Kediri berencana mengembangkan kompetisi dengan kategori yang lebih beragam, termasuk kelompok junior.
Dengan demikian, pembinaan tenis di Kota Kediri diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Besarnya jumlah peserta serta kehadiran keluarga dan pendamping membuat Wali Kota Cup tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara.
Turnamen ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Kota Kediri dan memberikan efek ekonomi bagi pelaku usaha lokal.












