
Jatimmandiri.id- Coco Gauff mengalahkan sesama petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula, dengan skor 6-2, 6-4 untuk merebut gelar Cincinnati Open putri keduanya pada Minggu waktu setempat atau Senin, 24 Agustus 2026 WIB.
Pada semifinal yang berlangsung Sabtu, Pegula menundukkan juara bertahan Iga Swiatek, sementara Gauff mengalahkan Sara Bejlek.
Hasil tersebut menciptakan final tunggal putri Cincinnati Open yang mempertemukan dua petenis Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam 56 tahun.
Terakhir kali dua petenis putri Amerika bertemu di final Cincinnati terjadi pada 1970. Saat itu, Rosie Casals mengalahkan Nancy Richey.
Prestasi terbaik Pegula sebelumnya di Cincinnati terjadi pada 2024 ketika ia mencapai final, tetapi kalah dari Aryna Sabalenka.
Gauff, yang sebelumnya menjuarai Cincinnati Open 2023 setelah mengalahkan Karolina Muchova di final, tampil agresif sejak awal pertandingan. Ia langsung unggul 5-0 pada set pertama sebelum menutupnya dengan skor 6-2.
Pada set kedua, Pegula berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5. Namun, Gauff mampu mempertahankan ketenangannya dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 6-4. Gauff memanfaatkan lima dari enam peluang break point yang didapatkannya.
“Perjalanannya panjang, tetapi saya bahagia. Saya merasa ada perbedaan yang sangat besar antara pemain yang saya lihat tahun lalu dan sekarang,” kata Gauff.
Meski demikian, Gauff menilai kemenangan di Cincinnati belum tentu menjadi jaminan dirinya akan tampil bagus di US Open. Ia berharap pengalaman dan kualitas permainan yang ditunjukkannya sepanjang turnamen bisa menjadi modal berharga menghadapi Grand Slam di New York.
Gauff mencatatkan lima kemenangan dua set langsung dalam perjalanannya menjadi juara Cincinnati Open tahun ini.
Sementara itu, Pegula mengakui Gauff tampil sangat konsisten dan memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan.
“Saya pikir dia bermain di level yang sangat tinggi dan tidak banyak mengalami penurunan performa,” ujar Pegula.
Menurut Pegula, menghadapi Gauff menjadi semakin sulit ketika reli berlangsung panjang karena lawannya sangat nyaman bergerak dan mengembalikan bola.
“Ini pertandingan yang sulit. Coco yang sedang percaya diri dan dalam kondisi berbahaya akan menuju New York,” kata Pegula.
Dengan kemenangan tersebut, rekor pertemuan Gauff dan Pegula kini kembali imbang menjadi 5-5. Final Cincinnati juga menjadi pertemuan kedua mereka di partai puncak. Pada pertemuan final sebelumnya di Wuhan tahun lalu, Gauff juga keluar sebagai pemenang.
Dalam wawancara di lapangan, Gauff menyampaikan penghormatan besar kepada Pegula.
“Saya tidak suka melihatmu berada di seberang lapangan. Tetapi saya suka bermain bersamamu,” ujar Gauff kepada Pegula.
Gauff juga memuji Pegula sebagai sosok dan petenis yang luar biasa serta mengapresiasi timnya. Ia mengungkapkan bahwa Pegula merupakan salah satu pemain yang memberikan sambutan positif kepadanya ketika baru mulai berkarier di dunia tenis profesional.
“Ketika pertama kali saya masuk tur, Jessica adalah salah satu dari sedikit pemain yang bersikap baik kepada saya. Hal itu selalu saya ingat, begitu juga keluarga saya. Saya sangat menghormati Anda. Merupakan sebuah kehormatan bisa kembali berbagi lapangan dengan Anda,” tutur Gauff.
Menariknya, ketika Gauff terakhir kali menjuarai Cincinnati Open pada 2023, ia kemudian melanjutkan performa apik tersebut dengan menjadi juara US Open untuk pertama kalinya sekaligus meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Kemenangan di Cincinnati tahun ini pun membuat Gauff kembali menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan menjelang US Open.












